kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Utang luar negeri Indonesia sampai akhir kuartal IV-2019 mencapai US$ 404,3 miliar


Senin, 17 Februari 2020 / 15:57 WIB
ILUSTRASI. BI mencatat ulang luar negeri (ULN) Indonesia sampai dengan akhir kuartal IV-2019 sebesar US$ 404,3 miliar. REUTERS/Willy Kurniawan/File Photo


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat Utang luar negeri (ULN) Indonesia sampai dengan akhir kuartal IV-2019 sebesar US$ 404,3 miliar. Dengan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) senilai Rp 14.000 per dolar AS, maka utang luar negeri kita sebesar Rp 5.660 triliun

Pencapaian utang luar negeri tersebut tumbuh  7,7% year on year (yoy) dibandingkan dengan realisasi kuartal IV-2018 senilai US$ 376,8 miliar. 

Baca Juga: Makin melek investasi, generasi milenial paling banyak memburu SBR009

Lebih rinci BI dalam laporannya, Senin (17/2) menyebutkan utang sektor publik oleh pemerintah dan bank sentral menjadi kontributor terbesar dengan capaian senilai Rp 202,9 miliar setara Rp 2.840 triliun. 

Adapun pertumbuhan utang luar negeri pemerintah ditopang oleh arus masuk investasi nonresiden pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan penerbitan dual currency global bonds dalam mata uang USD dan Euro. 

Dalam mekanismenya, utang luar negeri pemerintah diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, dengan porsi terbesar pada beberapa sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, yaitu sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (19,1% dari total ULN pemerintah), sektor konstruksi (16,6%), sektor jasa pendidikan (16,2%), sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (15,4%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (13,3%).




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×