kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Tujuh orang Demokrat tarik dukungan Hak Angket Pajak


Rabu, 26 Januari 2011 / 22:10 WIB


Reporter: Dwi Nur Oktaviani |

JAKARTA. Berita mengejutkan datang dari fraksi Demokrat. Tujuh anggota fraksi Demokrat mencabut dukungan suara dari Hak Angket Pajak. Padahal, seperti yang kita ketahui Senin (24/1) dukungan telah mencapai 30 orang dari 9 fraksi.

“Hari ini kami mengadakan rapat pimpinan (Rapim) berkaitan dengan usulan hak angket mengenai mafia pajak. Hal itu telah disampaikan mereka secara tertulis,” ujar Wakil Ketua DPR, Parmono Anung di Nusantara III Rabu, 26/1.

Pramono menjelaskan, dalam tata tertib (Tatib) pengajuan Hak Angket Pajak itu dibutuhkan minimal 25 suara dari anggota dewan, kenyataannya kini bersisa 23. Jika hak angket ingin digulirkan maka inisiator harus melengkapi dua orang lagi.

“Semoga hak angket itu berdasarkan refleksikan dari fraksi-fraksi yang ada,” imbuhnya.

Pramono memiliki dugaan penarikan dukungan itu karena mendapat perintah dari fraksi Demokrat. Inilah nama tujuh orang yang mencabut dukungannya, antara lain Gede Pasek Swahardika, Achsanul Qosasih, Hj Himmatul Alya, Diana Anwar, Haryy Witjaksono, Didi Irawady Syamsuddin, dan Peter C Zulkifli. Sedangkan seorang lagi dari Fraksi Demokrat, Sutjipto, belum menarik diri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×