kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Trending Topics: Utang BUMN mengkhawatirkan, Trump siap menembak


Selasa, 17 September 2019 / 07:17 WIB
ILUSTRASI. Peresmian Workshop HMC: Menteri Rini Dorong Barata Jadi Pemain di Pasar Global


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah isu yang Kontan.co.id angkat kemarin (16/9) jadi trending topics. Sebut saja, tingkat liabilitas emiten badan usaha milik negara (BUMN) mengkhawatirkan dan Presiden Amerika Serikat (AS) mengatakan AS dalam posisi "siap menembak".

Nah, berikut artikel-artikel yang menjadi trending topics:

Rasio utang BUMN mengkhawatirkan

Tingkat liabilitas emiten badan usaha milik negara (BUMN) mengkhawatirkan. Hal ini diungkapkan Moodys Investors Service dalam risetnya. Menurut analisa Moody's, semua BUMN di Asia Pasifik, kecuali China, memiliki risiko terkait utang.

Sumber risiko kontijensi alias contingent risk berasal dari ketidakpastian perolehan laba atau rugi pada neraca pemerintah. Risiko kontijensi antara lain muncul karena BUMN menerapkan kuasi fiskal. Moody's menilai, sejumlah belanja BUMN di kawasan tersebut tidak dijamin pemerintah dan berada di luar anggaran subsidi.

Moody's menyebut ada enam BUMN Indonesia yang cukup berisiko. Keenamnya adalah PT Waskita Karya Tbk (WIKA), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), dan PT Indofarma Tbk (INAF).

Baca Juga: Rasio Utang BUMN Mengkhawatirkan




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×