kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Tren kedai kopi, Kemenko Perekonomian bikin SMK khusus belajar kopi


Sabtu, 27 Oktober 2018 / 11:01 WIB
Tren kedai kopi, Kemenko Perekonomian bikin SMK khusus belajar kopi
Kemenko Perekonomian resmikan SMK Kopi


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjamurnya kedai kopi yang jadi tempat hangout bagi kaum muda disadari oleh Kementerian Koordinator Perekonomian. Menyelaraskan dengan peta jalan pendidikan vokasi, Kemenko mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khusus kopi.

"Ini salah satu pilot project, dimana Kemenko turut mengembangkan kurikulum SMK Kopi pertama di Jawa Barat. Harapannya agar menghasilkan SDM punya kompetensi secara komperhensif, dari hulu hingga hilir," kata Sekretaris Menteri Perekonomian Susiwijono dalam Rembuk Nasional, Sabtu (27/19) di Manado.

Susiwijono bilang, SMK Kopi sendiri dibentuk sejak tahun lalu, di Sumedang, Jawa Barat. Kini telah baru ada dua angkatan siswa yang belajar disana.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, Daya Saing Koperasi dan UKM Mohammad Rudy Salahuddin bilang SMK Kopi didirikan guna menjawab kebutuhan industri.

Ia bilang kurikulum SMK Kopi sejatinya merupakan hasil dari masukan para pelaku industri sendiri. Ditambah dengan kearifan lokal.

"Di Sumedang itu ada Kopi Excelsa namanya, dengan adanya komoditas seperti itu, akhirnya kita buat Kurikulum secara komperhensif, mulai dari budidaya hingga menjadi barista," kata Rudy

Nah ia menambahkan, bahwa pilot project SMK Kopi bisa ditiru oleh daerah-daerah lain. Meski tak melulu soal kopi, melainkan komoditas unggulan daerah.

"Karena di Jawa Barat ini, Gubernur sangat mendukung. Makanya saya berharap daerah-daerah lain bisa mereplikasikannya sesuai komoditas unggulan daerah masing-masing. Karena sesuai roadmap vokasi, ada insentif berupa tax deductable up to 200% bagi daerah," jelas Rudy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×