kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Tommy enggan bersaksi soal G30S/PKI


Jumat, 01 Oktober 2010 / 17:48 WIB


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Anak bungsu mantan Presiden Soeharto, Tommy Soeharto, enggan bersaksi soal Gerakan 30 September 1965/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI). Dia beralasan, saat kejadian itu masih kanak-kanak dan tidak mengerti apa yang terjadi.

Hal ini diungkapkan Tommy dalam acara silaturahmi anak bangsa di DPR yang dihadiri oleh anak-anak dari pelaku sejarah tragedi 1965 itu. Tommy meminta sejarah yang baik maupun yang buruk di negeri ini bisa direnungkan agar tidak terulang kembali. "Kita tidak bisa merubah sejarah namun bisa merubah masa depan," ujarnya dalam kata sambutan di DPR, Jumat (1/10).

Acara Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) untuk mengumpulkan para keluarga yang menjadi bagian dalam sejarah. Acara ini digagas oleh FSAB untuk menghilangkan duka dan dendam masa lalu yang menimpa para keluarga korban Gerakan 30 September 1965.

Dalam acara ini dihadiri oleh anak Pahlawan Revolusi Jenderal Anumerta Achmad Yani, Amelia Yani, dan Nani Panjaitan, anak Mayjen TNI Anumerta DI Panjaitan. Turut pula hadir, putra ketua Central Committee Partai Komunis Indonesia (CC PKI) DN Aidit, Ilham Aidit, dan anak Wakil CC PKI Nyoto, Svetlana, tampak juga Feri Omar Nursaparyan, anak mantan KSAU yang dicurigai terlibat G30/S PKI, Omar Dhani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×