kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.990   -23,00   -0,13%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

TNI: Indonesia tak akan beli pesawat bekas lagi


Senin, 19 Desember 2016 / 06:33 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

MALANG. Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, ke depan tidak akan ada lagi pembelian pesawat bekas.

Hal itu menyusul banyaknya pesawat milik TNI AU yang jatuh. Terakhir, pesawat Hercules C-130HS dengan nomor registrasi A-1334 jatuh di Wamena, Papua pada Minggu (18/12).

Pesawat itu merupakan hibah dari Australia dan mulai beroperasi pada Februari 2016.

"Sejak awal Presiden sudah menegaskan untuk selanjutnya pesawat terbang tidak ada lagi kita membeli pesawat terbang yang tidak baru. Semuanya harus baru," katanya saat serah terima jenazah korban pesawat jatuh di Landasan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang, Senin (19/12/2016) dini hari.

Baca juga: Pesawat Hercules TNI AU yang Jatuh di Papua Hibah dari Australia

Meski demikian, Indonesia masih butuh banyak pesawat sehingga masih dibutuhkan pengadaan untuk Hercules berikutnya.

"Hercules ini, dengan kondisi wilayah kita masih perlu banyak. Jenis pesawatnya juga ada tim tersendiri nanti," jelasnya.

Gatot mengaku sudah mengirim tim untuk melakukan investigasi ke lokasi kejadian jatuhnya pesawat. Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan soal evaluasi terhadap puing - puing pesawat yang jatuh.

"Itu nanti semuanya tergantung tim nanti. Pasti akan diambil, semuanya akan diidentifikasi sebagai bahan investigasi," ungkapnya. (Kontributor Malang, Andi Hartik)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×