kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

TNI butuh waktu untuk ikut dalam pemilu


Kamis, 23 September 2010 / 18:47 WIB


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Calon Panglima Laksamana TNI Agus Suhartono memang sudah menyatakan jika tentara harus netral dalam Pemilu. Namun untuk putusan apakah TNI bisa mendapatkan hak memilih atau tidak itu diserahkan pada pemerintah.

“Butuh waktu untuk memberikan pemahaman pada tentara untuk memilih,” ujar Agus yang saat ini menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Laut dalam uji kepatutan dan kelayakan di Komisi I DPR, Kamis (23/9).

Jika tentara diberikan hak pilih, maka akan ada tarik menarik satu kekuatan politik dalam tubuh TNI. Hal ini tentunya akan menjadi permasalahan, makanya ia berharap agar tentara bisa netral dalam pemilu sama seperti dalam pemilu sebelumnya.

Wacana untuk pemberian hak pilih untuk TNI ini sebenarnya dicetuskan oleh Presiden RI SBY. Namun sampai saat ini masih menjadi perdebatan dan polemik karena ditakutkan kondisi tentara seperti zaman Orde Baru. Dalam pemaparannya di Komisi I DPR, Agus memang berpendapat agar tentara bisa netral dalam pemilu berikutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×