kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

TNI AL: Kapal nelayan China sudah tidak melaut di Natuna sejak 2016


Jumat, 24 Januari 2020 / 20:08 WIB
TNI AL: Kapal nelayan China sudah tidak melaut di Natuna sejak 2016
ILUSTRASI. KRI Tjiptadi-381 mengikuti sailing pass di Laut Natuna, Rabu (15/1/2020).

Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Panglima Komando Armada I TNI AL Laksamana Muda Muhammad Ali mengatakan, kapal-kapal nelayan China sebenarnya sudah tidak beroperasi di perairan Natuna sejak 2016. 

"Lalu pada 2019 akhir kok tiba-tiba ada. Jadi kami masih menganalisis kenapa?" ujar Ali dalam diskusi bertajuk Konflik Natuna dan Pasang Surut Hubungan Indonesia dengan China di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/1). 

Hanya, Ali menduga, salah satu faktornya adalah pernyataan Malaysia tentang perpanjangan landas kontinen (extended continental shelf) yang akan kembali dibawa ke Mahkamah Internasional. "Sehingga China mungkin marah," ujarnya. 

Baca Juga: Duta Besar China untuk Indonesia mengomentari persoalan teritorial Natuna

Dugaan ini diperkuat dengan kondisi di lapangan. Ali mengungkapkan, kapal-kapal nelayan China sebenarnya lebih banyak berada di sebelah Timur Laut Natuna mengarah ke Malaysia. 

"Pada saat kami mengusirnya, akhirnya masuknya ke wilayah perairan Malaysia. Jika demikian, kami biarkan sebab sudah menjadi urusan Malaysia. Itu situasi yang terjadi," ungkap Ali.

Sekadar mengingatkan, sejumlah kapal ikan China memasuki perairan Natuna, Kepulauan Riau, pada 19 Desember 2019. Kapal-kapal China yang masuk melanggar ZEE Indonesia dan melakukan kegiatan illegal, unreported, and unregulated fishing (IUUF). 

Baca Juga: Prabowo Subianto berhati-hati untuk urusan klaim China di Natuna, ini sebabnya

Selain itu, Coast Guard China yang mengawal kapal-kapal nelayan China juga melanggar kedaulatan Indonesia di perairan Natuna karena Tiongkok mengklaim sepihak.

Penulis: Dian Erika Nugraheny

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "TNI AL: Sejak 2016 hingga Akhir 2019 Tak Ada Kapal Nelayan China di Natuna"

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×