kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Tjahjo: Keraguan JK kepada Jokowi sudah usang


Senin, 26 Mei 2014 / 11:18 WIB
ILUSTRASI. 7 Cara Mengusir Laron Tanpa Mematikan Lampu, Bisa Pakai Cuka dan Cabai


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Ketua tim pemenangan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Pemilu Presiden 2014, Tjahjo Kumolo, mengatakan bahwa pernyataan JK yang sempat melarang Jokowi untuk maju sebagai calon presiden merupakan cerita usang. Menurutnya, pernyataan JK saat itu sudah tak sesuai dengan kondisi politik saat ini.

"Saya belum melihat, tapi itu pernyataan JK spontan pada awal-awal Jokowi memimpin dan membenahi DKI," kata Tjahjo di Kompleks Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2014).

Tjahjo menjelaskan, penilaian JK pada Jokowi dulu dan sekarang telah berbeda. JK dianggapnya wajar meragukan Jokowi saat usia kepemimpinan sebagai Gubernur DKI Jakarta baru menginjak dua bulan.

Namun saat ini, kata Tjahjo, Jokowi telah menorehkan banyak prestasi selama hampir dua tahun memimpin Ibu Kota. Dengan begitu, sangat wajar ada kesepakatan antara Jokowi dan JK untuk maju berpasangan di pilpres tahun ini.

"Kan sekarang sudah ada progres report dari Pak Jokowi, jadi enggak ada masalah. Statement (JK) itu sudah enggak berlaku," ujarnya.

Sekretaris Jenderal DPP PDI-P itu tak ingin berspekulasi mengapa pernyataan JK tersebut diangkat kembali ke permukaan. Namun Tjahjo yakin, hubungan Jokowi-JK tetap harmonis dan tak akan membawa pengaruh pada elektabilitas keduanya di waktu pemilihan nanti.

Sebelumnya, JK mengaku sempat melarang Jokowi untuk mencalonkan diri sebagai capres. Larangan itu disampaikan saat Jokowi baru dua bulan menjabat Gubernur DKI Jakarta. Saat itu, kata JK, Jokowi diisukan memang akan dijadikan capres oleh PDI-P. Namun, karena masih dua bulan menjabat gubernur, JK menganggap Jokowi belum pantas. (Indra Akuntono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×