kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Tjahjo: Keraguan JK kepada Jokowi sudah usang


Senin, 26 Mei 2014 / 11:18 WIB
ILUSTRASI. 7 Cara Mengusir Laron Tanpa Mematikan Lampu, Bisa Pakai Cuka dan Cabai


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Ketua tim pemenangan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Pemilu Presiden 2014, Tjahjo Kumolo, mengatakan bahwa pernyataan JK yang sempat melarang Jokowi untuk maju sebagai calon presiden merupakan cerita usang. Menurutnya, pernyataan JK saat itu sudah tak sesuai dengan kondisi politik saat ini.

"Saya belum melihat, tapi itu pernyataan JK spontan pada awal-awal Jokowi memimpin dan membenahi DKI," kata Tjahjo di Kompleks Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2014).

Tjahjo menjelaskan, penilaian JK pada Jokowi dulu dan sekarang telah berbeda. JK dianggapnya wajar meragukan Jokowi saat usia kepemimpinan sebagai Gubernur DKI Jakarta baru menginjak dua bulan.

Namun saat ini, kata Tjahjo, Jokowi telah menorehkan banyak prestasi selama hampir dua tahun memimpin Ibu Kota. Dengan begitu, sangat wajar ada kesepakatan antara Jokowi dan JK untuk maju berpasangan di pilpres tahun ini.

"Kan sekarang sudah ada progres report dari Pak Jokowi, jadi enggak ada masalah. Statement (JK) itu sudah enggak berlaku," ujarnya.

Sekretaris Jenderal DPP PDI-P itu tak ingin berspekulasi mengapa pernyataan JK tersebut diangkat kembali ke permukaan. Namun Tjahjo yakin, hubungan Jokowi-JK tetap harmonis dan tak akan membawa pengaruh pada elektabilitas keduanya di waktu pemilihan nanti.

Sebelumnya, JK mengaku sempat melarang Jokowi untuk mencalonkan diri sebagai capres. Larangan itu disampaikan saat Jokowi baru dua bulan menjabat Gubernur DKI Jakarta. Saat itu, kata JK, Jokowi diisukan memang akan dijadikan capres oleh PDI-P. Namun, karena masih dua bulan menjabat gubernur, JK menganggap Jokowi belum pantas. (Indra Akuntono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×