kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.010,68   -0,95   -0.09%
  • EMAS957.000 -0,52%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Tiga Tahun Tak Impor Beras, Jokowi Yakin Swasembada Beras Segera Tercapai


Selasa, 12 Juli 2022 / 15:17 WIB
Tiga Tahun Tak Impor Beras, Jokowi Yakin Swasembada Beras Segera Tercapai
Presiden Joko Widodo meninjau Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Selasa (12/07/2022) di Kabupaten Subang.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakin Indonesia dalam waktu tak lama lagi bisa mencapai swasembada beras. Keyakinan Jokowi berkaca pada tiga tahun ini Indonesia sudah tidak melakukan impor beras guna memenuhi kebutuhan nasional.

"Dan saya yakin karena kita sudah 3 tahun ini tidak impor beras saya yakin swasembada beras kita akan segera kita capai," kata Jokowi dalam keterangan secara virtual, Selasa (12/7).

Dalam kunjungan kerja di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jokowi menyempatkan meninjau pengembangan varietas padi di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPadi) milik Kementerian Pertanian (Kementan). Peninjauan dilakukan dalam rangka memastikan ketersedian pangan utamanya beras.

Selain itu, Jokowi juga melihat gudang plasma nutfah yang menyimpan berbagai koleksi dan konservasi plasma nutfah tanaman padi.

Baca Juga: Minta Semua Menteri Fokus Bekerja, Jokowi: Urus Seperti Yang Saya Tugaskan

Sebagai informasi, pada Balai Besar Penelitian Tanaman Padi digunakan untuk menyiapkan benih-benih padi varietas unggul. Penyiapan varietas unggul diperlukan sebagai upaya mengantisipasi ancaman kelangkaan pangan dunia.

Jokowi mengatakan, saat ini dunia sedang mengalami kekurangan pangan di mana-mana. Maka itu, ia meminta semua pihak agar waspada dan memastikan agar ketersediaan pangan Indonesia berada pada kondisi aman.

Benih memiliki peran penting dalam menaikkan produksi beras nasional di setiap hektarenya. Jokowi menegaskan jika pembenihan betul-betul didampingi para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), lahan pertanian yang dikelola akan menghasilkan panen yang baik.

"Kalau betul-betul didampingi PPL-PPL yang baik, satu hektare tadi Inpari 32, Inpari 42, bisa menghasilkan kurang lebih sampai 12 ton. Tetapi katakanlah rata-rata 7-8 ton saja itu sudah sebuah lompatan yang sangat baik bagi stok ketersediaan pangan, utamanya beras kita," kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi menekankan kepada jajarannya agar tidak hanya berfokus pada satu jenis pangan saja yaitu beras. Pengembangan alternatif pangan lain juga didorong, seperti sagu, sorgum, porang, jagung, hingga ketela pohon untuk terus dikembangkan dan ditingkatkan produksinya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Kunker ke Subang, Serahkan Bansos untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Digital Marketing in New Normal Era The Science of Sales Management

[X]
×