kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Tiga hal ini yang bikin Jokowi pusing


Jumat, 06 September 2013 / 14:59 WIB
ILUSTRASI. Mengetahui waktu makan yang tepat bisa membantu tubuh untuk memaksimalkan proses pencernaan dan penyerapan energi.


Reporter: | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan pihaknya masih menghadapi kendala yang kerap kali dihadapi saat pihaknya ingin melakukan normalisasi sungai-sungai di Jakarta, yakni masalah pembebasan lahan.

"Sekali lagi ini hanya pembebasan tanah di lapangan terus menerus kami lakukan, kendalanya di situ terus," ujar Joko Widodo di Balai Kota, Jakarta, Jumat (6/9/2013).

Persoalan pembebasan tanah selalu bersinggungan dengan warga yang berada di atasnya. Jumlah warga yang ada di atas tanah yang akan direlokasi pun tidak sedikit.

"Banyak sekali. Pluit banyak tujuh ribu, Ria Rio banyak ya kan. Nanti Ciliwung lebih banyak lagi, 34 ribu. Pesanggrahan tidak tahu berapa ribu," ucap Jokowi.

Atas dasar itu, Jokowi menilai persoalan normalisasi sungai tidak bisa dilakukan secara bersamaan, di satu sisi harus segera dinormalisasi, di sisi lain belum tersedianya rumah susun bagi warga yang direlokasi.

"Karena ini kerja kebut-kebutan pengennya, tapi ini kan sebuah masalah yang sudah bertumpuk dan pengen diselesaikan dalam waktu yang sama. Persiapan rusunnya dulu, tapi rusunnya juga butuh lahan, butuh tanah bagaimana juga belum. Muter begini terus," ucap Jokowi. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×