kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Testing dan tracing di Indonesia rendah, ini pengakuan Menkes


Jumat, 30 Juli 2021 / 14:52 WIB
Testing dan tracing di Indonesia rendah, ini pengakuan Menkes
ILUSTRASI. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin akui Testing dan tracing di Indonesia sangat rendah sehingga hambat atasi penyebaran Covid-19.


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

Kemudian, Thailand melakukan tes kepada 116.190 orang per 1 juta orang. Politisi Partai Nasdem itu menuturkan, pihaknya juga memantau positivity rate harian dan seminggu terakhir, khususnya postivity rate hasil PCR, yang berada di atas angka 40%.  "Angka ini menunjukkan saat ini ada penularan yang tinggi di masyarakat," ujar Felly. 

Untuk itu, Felly mendorong pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan, secara serius meningkatkan testing dan tracing. Ia mengatakan, perlu ada kerja-kerja yang terstruktur dalam penanganan pandemi Covid-19, sehingga tidak berkepanjangan dan ekonomi bisa segera pulih. 

"Sekali lagi kami sampaikan tanpa ada peningkatan testing dan tracing, maka penanganan pandemi tidak akan optimal. Karena kita tidak mengetahui secara riil jumlah kasus positif dan kebijakan PPKM tidak akan bisa berjalan efektif," kata Felly. 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, tracing merupakan kunci dalam mendeteksi Covid-19. Dengan tracing, maka penyebaran Covid-19 dapat dengan cepat diketahui. 

Baca Juga: Dianggap aib jadi salah satu faktor tingginya kasus kematian akibat virus corona

“Jadi sekarang kita sudah semakin mengerti bahwa teknik tracing itu penting dalam penanganan Covid-19. Teknik tracing ini kuncinya,” ujar Luhut, dikutip dari siaran pers Kemenko Marves, Kamis (29/7/2021). Luhut menuturkan, tidak menutup kemungkinan jumlah pasien positif akan diketahui lebih banyak dari sebelumnya. 

“Jadi saya sudah bilang Presiden, nanti mungkin jumlah yang diketahui terinfeksi akan naik, namun tidak apa apa, kan dia ‘tercabut’ dari keluarganya. Jadi tidak terjadi banyak penularan di keluarga,” tutur dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menkes Akui Testing dan Tracing di Indonesia Lebih Rendah dari Negara Lain"
Penulis : Haryanti Puspa Sari
Editor : Kristian Erdianto

Selanjutnya: Menkes: Pemerintah terus mengimpor obat Remdesivir, Actemra, dan Gammaraas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×