kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.923   27,00   0,16%
  • IDX 7.168   -134,25   -1,84%
  • KOMPAS100 990   -23,70   -2,34%
  • LQ45 732   -14,22   -1,90%
  • ISSI 252   -5,94   -2,31%
  • IDX30 399   -7,96   -1,96%
  • IDXHIDIV20 499   -10,85   -2,13%
  • IDX80 112   -2,37   -2,08%
  • IDXV30 136   -1,80   -1,30%
  • IDXQ30 130   -2,77   -2,08%

Terpopuler: Deteksi jantung dari ujung kaki, fee broker fiktif Jiwasraya Rp 54 miliar


Selasa, 21 Januari 2020 / 07:31 WIB
Terpopuler: Deteksi jantung dari ujung kaki, fee broker fiktif Jiwasraya Rp 54 miliar
ILUSTRASI. Ilustrasi kesehatan jantung. (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka)


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berikut adalah sejumlah artikel terpopuler Kontan.co.id:

Coba sentuh ujung jari kaki, cara mudah mendeteksi penyakit jantung

Siapa pun tentunya memiliki harapan untuk hidup sehat dan panjang umur.

Dan tidak seorang pun ingin bila suatu saat mengalami serangan jantung.

Artikel Selengkapnya: Coba sentuh ujung jari kaki, cara mudah mendeteksi penyakit jantung

Ada fee broker fiktif sebesar Rp 54 miliar pada transaksi investasi Jiwasraya

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap adanya komisi (fee) fiktif kepada broker senilai Rp 54 miliar pada transaksi investasi Asuransi Jiwasraya. Jumlah tersebut, justru lebih kecil dibandingkan investasi perusahaan ke saham dan reksadana.

“Fee broker fiktif jumlahnya hanya Rp 54 miliar atau sedikit lebih kecil [nilainya] dibandingkan yang lain,” kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman di Jakarta, Senin (20/1).

Artikel Selengkapnya: Ada fee broker fiktif sebesar Rp 54 miliar pada transaksi investasi Jiwasraya

Grup Tahir batal mencaplok perusahaan Benny Tjokro

JAKARTA. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) mundur dari rencana akuisisi 49,99% saham PT Mandiri Mega Jaya (MMJ) dan PT Hokindo Properti Investama (HPI). Keduanya merupakan anak usaha PT Hanson International Tbk (MYRX) dan PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO).

Ada dua alasan yang menjadi alasan MPRO batal mengakuisisi saham anak usaha yang terafiliasi dengan Benny Tjokrosaputro tersebut. Perkembangan bisnis properti saat ini dinilai masih kurang menguntungkan seperti yang diharapkan.

Artikel Selengkapnya: Grup Tahir batal mencaplok perusahaan Benny Tjokro




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×