kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Terpanjang dalam sejarah, ini alasan pemerintah rilis global bond bertenor 50 tahun


Selasa, 07 April 2020 / 19:40 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 di Jakarta, Rabu (19/2/2020). Pemerintah, Selasa (7/4) menerbitkan tiga seri SUN global berdenominasi US Dollar (USD Bonds). FOTO ANTARA/Puspa Perwitasa


Reporter: Grace Olivia | Editor: Tendi Mahadi

Sebab, Sri Mulyani mengatakan, penerbitan SUN domestik berdenominasi rupiah biasanya lebih diminati untuk tenor yang lebih pendek, yaitu rata-rata tenor lima tahunan. 

Selain itu, penerbitan tenor 50 tahun ini juga sekaligus menciptakan acuan (benchmark ) tenor baru bagi Indonesia, serta memanfaatkan kurva tenor jangka panjang yang cenderung flat sehingga beban biaya tidak terlalu meningkat dalam jangka yang panjang tersebut. 

Baca Juga: Sri Mulyani: Nasib gaji ke-13 dan THR bagi ASN akan diputuskan dalam sidang kabinet

Sri Mulyani menjelaskan, penerbitan USD Bonds kali ini bertujuan  untuk memenuhi pembiayaan APBN secara umum, termasuk biaya untuk upaya penanganan dan pemulihan COVID-19. Penerbitan ini juga bertujuan menyokong cadangan devisa Bank Indonesia di tengah tekanan pada pasar keuangan global yang sangat besar. 

“Penerbitan ini, yang telah dieksekusi tadi malam adalah sangat positif meski kita sekarang berada di tengah turbulensi pasar keuangan global,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×