kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Terjadi deflasi di bulan Oktober sebesar 0,12%


Selasa, 01 November 2011 / 10:59 WIB
ILUSTRASI. Perhatikan, 5 cara menjaga kesehatan mata meski sering bekerja di depan komputer. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/nz


Reporter: Herlina KD, Yudho Winarto, | Editor: Edy Can

JAKARTA. Ternyata, inflasi tidak muncul pada Oktober lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pada bulan tersebut malah terjadi deflasi sebesar 0,12%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi Barang dan Jasa Djamal menjelaskan, penyebab terjadinya deflasi lantaran ada penurunan harga barang pada Oktober lalu. Diantaranya, harga emas turun sebesar 0,11%, ikan segar sebesar 0,07%, telur ayam sebesar 0,04% dan tiket penerbangan sebesar 0,03%.

Dengan adanya deflasi ini, inflasi tahun kalender Januari hingga Oktober lalu tercatat sebesar 2,82%. Inflasi year on year sebesar 4,42%. Sedangkan inflasi inti year on year sebsar 4,43%.

Sebelumnya, sejumlah ekonom memprediksi laju inflasi Oktober semakin melandai alias lebih rendah dibandingkan bulan September 2011. Pengamat ekonomi Universitas Katolik Atma Jaya, A Prasetyantoko memprediksi inflasi Oktober hanya sekitar 0,1% hingga 0,2%. Lebih rendah dari inflasi September yang sebesar 0,27%. Sedangkan inflasi tahunan sampai Oktober diperkirakan sekitar 4,6% hingga 4,7%. jauh lebih rendah dari tahun lalu sebesar 5,34%.

Ekonom Danareksa Research Institut (DRI), Purbaya Yudhi Sadewa juga berpendapat sama. Dalam hitungannya, inflasi Oktober berada di kisaran sebesar 0,03%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×