kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Terdampak Covid-19, LPEM UI proyeksi pertumbuhan ekonomi dikisaran 2,4%-2,6%


Rabu, 08 April 2020 / 09:25 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah truk mengantre muatan peti kemas di Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/2/2020). Arus peti kemas di PT Terminal Teluk Lamong yang merupakan anak perusahaan milik PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) itu sebesar 715.047 Teus pad


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Dari sisi pemerintah, Riefky melihat bahwa pemerintah telah mengeluarkan stimulus fiskal dalam jumlah besar dan terangkum dalam dua fokus, yaitu fokus jangka pendek dan fokus jangka panjang.

Dalam jangka pendek, pemerintah telah berupaya meningkatkan anggaran kesehatan dan mempercepat realisasi bantuan sosial (bansos).

Tak tanggung-tanggung, pemerintah telah menggelontorkan sekitar 0,5% dari PDB untuk anggaran kesehatan dan ini dinilai relatif lebih besar dibandingkan dengan negara lain yang terdampak.

Baca Juga: Ekspor perhiasan Indonesia tahun 2020 terhambat akibat wabah virus corona

Sementara dalam fokus jangka panjang, pemerintah telah menyiapkan strategi untuk mendorong aktivitas ekonomi lewat beberapa insentif, seperti insentif perpajakan serta relaksasi kredit.

Dengan kebijakan fiskal yang sudah ada, Riefky berharap pemerintah mampu memberikan penyaluran yang tak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran.

Dari sisi bank sentral, BI dipandang perlu menjaga selisih imbal hasil portofolio di pasar dengan meningkatkan suku bunga kebijakan setelah kepanikan atas pandemi ini berakhir. Riefky berharap suku bunga acuan bisa sebesar 5,0% di akhir tahun ini.

Baca Juga: Kalbe Farma (KLBF) berpeluang bagi dividen 45%-55% dari laba

Lebih lanjut, pemerintah dan bank sentral dipandang bisa meredam resiko pelemahan nilai tkuar rupiah lebih lanjut dengan menerbitkan pandemic bonds dalam dollar Amerika Serikat (AS).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×