kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Tengah Bulan Ramadhan, Pemprov DKI Teken MOU TPST Ciangir


Rabu, 19 Agustus 2009 / 16:08 WIB


Reporter: Dessy Rosalina | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ketakutan warga ibukota akan menumpuknya sampah di DKI kini boleh pudar. Pasalnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dipastikan akan meneken nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) soal pembangunan TPST Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Ciangir, Tangerang. "Bulan puasa nanti, kami akan ditandatangani MoU itu," beber Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo di Balaikota.

Fauzi melanjutkan, saat ini, draft MoU tengah digodok. Tapi, ia optimistis bisa menandatangani MoU itu. "Kami akan mempercepat prosesnya," tandas Fauzi. MoU akan ditandatangani Pemprov DKI dengan pihak kabupaten Tangerang.

Ia melanjutkan, dalam nota kesepahaman juga tercantum dua akses menuju Ciangir. Akses wilayah barat melalui tol Tomang dengan jarak 24 km. Sedangkan untuk wilayah selatan melalui tol Bumi Serpong Damai (BSD) berjarak 18 km.

Berdasarkan rencana, Pemprov DKI akan membangun TPST Ciangir pada 2010 mendatang. TSPT seluas 98 hektare ini akan mengolah 1.500 ton saban hari yang datang dari Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. TPST
ini juga menampung sampah dari Kabupaten dan Kota Tangerang.

Proyek TPST Ciangir ini diestimasi menelan biaya investasi Rp 600 miliar. Sebelumnya, pembangunan TPST Ciangir sempat menuai protes dari masyarakat sekitar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×