kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Temui SBY, Dahlan beberkan kongkalikong DPR-BUMN


Senin, 29 Oktober 2012 / 15:12 WIB
ILUSTRASI. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum British Petroleum (SPBU BP) di Meruya, Jakarta Barat.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menteri BUMN Dahlan Iskan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam pertemuan itu, dia mengaku telah melaporkan soal adanya praktik kongkalikong anggota DPR dengan badan usaha milik negara (BUMN).

Dahlan bertemu SBY sekitar pukul 14.00 WIB di Istana Negara. Dia bertemu dengan SBY selama 30 menit. "Pertemuan tadi ada kaitannya dengan kongkalingkong lah," katanya saat ditemui di Istana, Senin (29/10).

Sayang, Dahlan tidak membeberkan detil isi pertemuan itu. Namum, dia mengklaim mendapat dukungan SBY dalam kasus tersebut.

Menurut Dahlan, SBY meminta dirinya konsisten menolak praktik culas tersebut. "Beliau konsisten bahwa yang satu itu tidak boleh," katanya.

Dahlan telah memerintahkan BUMN untuk menolak menjadi sapi perah anggota DPR. Perintah Dahlan ini sebagai tindak lanjut Surat Edaran Sekretaris Kabinet Dipo Alam Nomor No.542 /Seskab/IX/2012 tertanggal 28 September lalu. Surat itu menegaskan larangan praktik persengkokolan dengan anggota DPR dalam pencairan anggaran.

Akibat perintah ini, hubungan Dahlan dengan DPR memanas. Ketua DPR Marzuki Alie merasa tersinggung dengan ucapan Dahlan itu. Dia meminta Dahlan membuktikan ucapannya.

DPR pun melakukan serangan balik dengan menggulirkan isu inefisiensi PLN selama tahun 2009-2010 semasa kepemimpinan Dahlan yang mencapai Rp 37,6 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×