kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.634   81,00   0,46%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Temui Menko Airlangga, INACA minta pengurangan lartas impor suku cadang pesawat


Kamis, 26 Desember 2019 / 22:52 WIB
ILUSTRASI. INACA minta pengurangan lartas impor suku cadang pesawat. KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN


Reporter: Grace Olivia | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Indonesia National Air Carrier Association (INACA) menemui Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hari ini, Kamis (26/12). Sejumlah masukan disampaikan, salah satunya mengenai larangan dan pembatasan (lartas) importasi suku cadang ( sparepart) industri penerbangan. 

Ketua INACA Denon Prawiraatmadja mengatakan, jumlah barang (item) sparepart penerbangan yang masuk dalam lartas yang berlaku di Indonesia saat ini masih terlampau tinggi.

“Ada 10.829 kode HS yang tercatat oleh Kementerian Perindustrian sebagai item sparepart penerbangan yang dapat diimpor. Sekitar 49% dari item tersebut masuk dalam lartas. Sementara, negara-negara lain persentasenya lebih rendah,” tutur Denon saat ditemui usai menggelar rapat dengan Menko Perekonomian.

Baca Juga: Pemerintah Andalkan Penyederhanaan Prosedur untuk Mengangkat Ekspor

Denon mencontohkan, persentase lartas importasi sparepart penerbangan di Malaysia hanya 17%. INACA berharap, persentase lartas di Indonesia pun bisa turun ke kisaran yang sama dengan Negeri Jiran tersebut.

Banyaknya jumlah item sparepart penerbangan yang masuk dalam lartas impor, lanjut Denon, menjadi penghambat dalam proses operasional penerbangan selama ini.

Pasalnya, operator penerbangan jadi harus menempuh prosedur administrasi yang panjang dan berbelit-belit untuk mengimpor barang kebutuhan operasionalnya yang masuk dalam kategori lartas.




TERBARU

[X]
×