kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Tembakan ke DPR bukan aksi terorisme


Senin, 15 Oktober 2018 / 19:28 WIB
Anggota Inafis meninggalkan ruang anggota DPR yang terkena peluru nyasar


Reporter: Abdul Basith | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tembakan yang menyasar gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bukan aksi terorisme. Tembakan tersebut merupakan peluru nyasar dari lapangan tembak yang berada dekat gedung DPR, Senayan. Pihak DPR pun telah melaporkan pada pihak berwajib.

"Ada yang latihan tembak di lapangan Perbakin, nyasar ke DPR, Bukan aksi terorisme," ujar Ketua DPR RI Bambang Soesatyo kepada wartawan saat konferensi pers, Senin (15/10).

Peluru tersebut menembus ruang anggota Fraksi Gerindra Wenny Warouw yang terletak di lantai 16. Selain itu, terdapat pula peluru yang masuk ke ruangan anggota Fraksi Golkar Bambang Heri Purnama di lantai 13.

Kedua anggota tersebut merupakan anggota dari komisi III.

Bambang bilang, kejadian tersebut bukanlah yang pertama kali terjadi.

"Ini sudah kejadian yang kedua atau ketiga," terang Bambang.

Oleh karena itu, saat ini Bambang meminta bagian rumah tangga DPR RI untuk melakukan kajian seputar memasang pelapis anti peluri pada kaca yang menghadap ke lapangan tembak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×