kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.888.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.158   1,00   0,01%
  • IDX 7.621   -2,20   -0,03%
  • KOMPAS100 1.052   -3,78   -0,36%
  • LQ45 757   -2,62   -0,35%
  • ISSI 277   -0,92   -0,33%
  • IDX30 403   -0,40   -0,10%
  • IDXHIDIV20 488   -0,78   -0,16%
  • IDX80 118   -0,36   -0,30%
  • IDXV30 138   0,41   0,30%
  • IDXQ30 129   -0,01   -0,01%

Tekanan Ekonomi Global dan Domestik Menguat, CEO Harus Perkuat Ketahanan Bisnis


Kamis, 16 April 2026 / 20:48 WIB
Tekanan Ekonomi Global dan Domestik Menguat, CEO Harus Perkuat Ketahanan Bisnis
ILUSTRASI. Pemerintah Siapkan Stimulus untuk Pertumbuhan Ekonomi (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ahmad Febrian, kompas.com | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Dunia tengah berhada[an pada berbagai tantangan besar yang turut berdampak ke perekonomian Indonesia. Dinamika geopolitik dan energi, termasuk konflik global, mendorong kenaikan harga energi serta meningkatkan ketidakpastian pasar.

Di sisi lain, gangguan rantai pasok juga masih terjadi dan memicu disrupsi logistik yang berimbas pada kenaikan biaya produksi dan distribusi. Tekanan inflasi serta potensi peningkatan pengangguran turut menjadi sinyal bahwa kondisi global belum sepenuhnya pulih.

Selain faktor eksternal, tantangan domestik juga membayangi dunia usaha di dalam negeri. Dalam situasi ini, ketangguhan korporasi dan para pemimpinnya menjadi faktor penentu dalam menjaga keberlangsungan bisnis.

Peran pimpinan perusahaan, khususnya chief executive officer (CEO) semakin krusial. Kepemimpinan tidak lagi semata berorientasi pada ekspansi, tetapi juga harus mampu menyeimbangkan antara resiliensi, efisiensi, dan transformasi.

Baca Juga: Pemerintah Tetap Beli Minyak Mentah dari AS Meskipun dapat Pasokan dari Rusia

“Kondisi ekonomi Indonesia saat ini menuntut CEO tidak hanya fokus pada pertumbuhan, juga pada ketahanan (resilience), relevansi pasar, dan keberlanjutan bisnis,” ujar Founder & CEO The Iconomics, Bram S. Putro, dalam keterangannya, Kamis (16/4). 

Ruang diskusi dan kolaborasi antar pemimpin bisnis dinilai penting untuk memperkuat strategi menghadapi ketidakpastian. Forum yang mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan diharapkan dapat mendorong pertukaran gagasan serta memperkuat sinergi.

Melalui kolaborasi tersebut, pelaku usaha diharapkan merumuskan langkah yang lebih adaptif dan terukur, sekaligus menjaga kesinambungan bisnis di tengah tekanan ekonomi global dan domestik.

Sebelumnya Kompas100 CEO Forum akhir tahun lalu pernah mengingatkan,  pentingnya sektor swasta dalam menggerakkan perekonomian. Salah satu peran penting tersebut ialah penciptaan lapangan pekerjaan. Terlebih, di era bonus demografi. angkatan kerja terus bertumbuh tetapi lapangan kerja terbatas akibat pergeseran lanskap industri.

Strategi untuk mewujudkan cita-cita Indonesia maju pun menghadapi sejumlah tantangan. Selain faktor global yang penuh ketidakpastian, tantangan lain datang dari sisi domestik. Sejauh ini, pemerintah masih fokus pada upaya pemberdayaan melalui program sosial yang masif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×