kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Tatu pimpin Golkar Banten, dinasti masih kuat?


Jumat, 27 Desember 2013 / 23:23 WIB
ILUSTRASI. Kwetiau Goreng Sapi Karsini di Pasar Elang, Pademangan, Jakarta Utara.


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Dinasti Gubernur Banten Atut Chosiyah dinilai masih kuat setelah adiknya, Tatu Chasanah, terpilih sebagai Ketua DPD I Golkar Banten melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) di Jakarta, Jumat (27/12).

"Ini artinya kekuatan rezim dan klan Atut masih sangat kuat, tidak serta-merta hancur karena Atut telah ditahan," kata Divisi Korupsi Politik Abdullah Dahlan di Kantor ICW, Jakarta, Jumat (27/12).

Menurutnya, keterpilihan Tatu tersebut disebabkan karena kader-kader Golkar di Banten lainnya lambat dalam melakukan konsolidasi politik. Mereka akhirnya gagal bersaing dengan "klan" Atut.

"Ini kan masalah siapa yang cepat melakukan konsolidasi politik saja, apakah klan Atut yang sudah lama, atau ada tokoh-tokoh baru," lanjut dia. "Transisi semacam ini akan menimbulkan peluang berkuasanya kembali klan yang lama," tambahnya.

Terkait pengaruhnya terhadap elektabilitas Golkar di Banten, Abdullah enggan berspekulasi. Menurutnya, hal tersebut akan terbukti dengan sendirinya pada pileg dan pilpres 2014 nanti.

Seperti diwartakan, Tatu terpilih menjadi Ketua DPD I Golkar Provinsi Banten, Jumat (27/12). Berdasarkan penghitungan suara, Tatu memeroleh 6 suara, dan Wali Kota Cilegon Iman Aryadi mendapatkan 5 suara.

Sebelumnya, posisi itu dijabat oleh almarhum Hikmat Tomet, atau suami Atut Chosiyah. Hikmat Tomet meninggal dunia setelah sakit beberapa waktu lalu. Jumlah suara dalam Musdalub berjumlah 12. Delapan suara berasal dari dari DPD II kabupaten/kota, satu suara dari organisasi pendiri Partai Golkar, satu suara dari organisasi yang didirikan, satu suara organisasi sayap, dan satu suara dari DPP Partai Golkar. (Ihsanuddin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×