kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Tata kabinet, SBY kembalikan kebudayaan bersama pendidikan


Selasa, 18 Oktober 2011 / 22:15 WIB
ILUSTRASI. Penyebaran virus corona di Korea Selatan


Reporter: Herlina KD | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Selain merombak jajaran menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga melakukan restrukturisasi fungsi kabinet. Dalam hal ini, Presiden mengembalikan fungsi pendidikan dan budaya dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Presiden mengatakan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir kebudayaan berada di bawah naungan Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan. Nah, dalam restrukturisasi kabinet ini, SBY mengembalikan kebudayaan ke bawah naungan kementerian pendidikan. "Argumentasi saya ada kaitan erat antara pendidikan dan kebudayaan," jelasnya di Istana Merdeka Selasa malam (18/10).

Sedangkan di Kementerian Pariwisata, SBY bilang dengan kembalinya fungsi kebudayaan ke Kementerian Pendidikan, maka SBY menambahkan satu fungsi ekonomi kreatif pada kementerian ini. Menurut SBY ada kaitan erat antara pariwisata dengan ekonomi kreatif atau industri kreatif seperti yang berkembang di banyak negara. "Kita ingin pariwisata bersatu dengan ekonomi kreatif, sehingga ke depan bila dikembangkan bisa menjadi sumber devisa kita, sehingga perekonomian kita tambah maju," katanya.

Dalam perombakan KIB jilid II ini, Presiden mengangkat Mari Elka Pangestu sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan wakil menteri Sapta Nirwandar. Sedangkan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Presiden tetap mempertahankan Muhammad Nuh sebagai menteri dan dibantu dua wakil menteri yaitu Musliar Kasim dan Wiendu Nuryanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×