kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.724   16,00   0,09%
  • IDX 6.481   -45,04   -0,69%
  • KOMPAS100 844   -4,93   -0,58%
  • LQ45 639   -5,95   -0,92%
  • ISSI 228   -0,48   -0,21%
  • IDX30 357   -3,29   -0,91%
  • IDXHIDIV20 433   -3,49   -0,80%
  • IDX80 96   -0,69   -0,71%
  • IDXV30 120   -0,56   -0,46%
  • IDXQ30 113   -1,04   -0,92%

Tarif setrum naik 15%, inflasi melejit 0,22%


Rabu, 18 Agustus 2010 / 11:42 WIB


Reporter: Martina Prianti | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kenaikan tarif dasar listrik sebesar 15% pada tahun depan berpotensi meningkatkan inflasi sebesar 0,22%. Ini merupakan asumsi dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan, laju inflasi sebesar 0,22% itu dengan catatan pemerintah masih memakai pola atau skema kenaikan tarif setrum yang sama dengan tahun ini. "Kalau tidak, masih akan kami hitung," ucap Rusman usai mengikuti rapat di Kementerian Koordiantor Perekonomian, Rabu (18/8).

Menurut dia, kebijakan kenaikan tarif dasar listrik akan tidak memberikan dampak yang memberatkan masyarakat jika pemerintah mampu membagikan subsidi listrik kepada masyarakat tidak mampu. "Kalau listrik 450 VA hingga 900 VA tidak naik, barangkali orang kecil mungkin tidak kena dampak langsung tapi dampak tidak langsungnya," lanjutnya.

Soal kapan sebaiknya kenaikan tarif setrum dilakukan, Rusman menyarankan, sebaiknya kenaikan itu dilakukan pada awal tahun. "Sehingga dengan sisa waktu yang ada pemerintah dapat memperbaiki dampak kenaikan tarif dasar listrik," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×