kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Tarif setrum naik 15%, inflasi melejit 0,22%


Rabu, 18 Agustus 2010 / 11:42 WIB
Tarif setrum naik 15%, inflasi melejit 0,22%


Reporter: Martina Prianti | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kenaikan tarif dasar listrik sebesar 15% pada tahun depan berpotensi meningkatkan inflasi sebesar 0,22%. Ini merupakan asumsi dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan, laju inflasi sebesar 0,22% itu dengan catatan pemerintah masih memakai pola atau skema kenaikan tarif setrum yang sama dengan tahun ini. "Kalau tidak, masih akan kami hitung," ucap Rusman usai mengikuti rapat di Kementerian Koordiantor Perekonomian, Rabu (18/8).

Menurut dia, kebijakan kenaikan tarif dasar listrik akan tidak memberikan dampak yang memberatkan masyarakat jika pemerintah mampu membagikan subsidi listrik kepada masyarakat tidak mampu. "Kalau listrik 450 VA hingga 900 VA tidak naik, barangkali orang kecil mungkin tidak kena dampak langsung tapi dampak tidak langsungnya," lanjutnya.

Soal kapan sebaiknya kenaikan tarif setrum dilakukan, Rusman menyarankan, sebaiknya kenaikan itu dilakukan pada awal tahun. "Sehingga dengan sisa waktu yang ada pemerintah dapat memperbaiki dampak kenaikan tarif dasar listrik," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×