kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Target APBN 2017 dinilai realistis


Minggu, 08 Januari 2017 / 09:51 WIB


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Postur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2017 yang disusun oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dinilai konservatif dan mencerminkan realitas yang ada di Indonesia saat ini.

“Ini pertama kalinya bahwa APBN 2017 kita sangat konservatif,” kata Senior Advisor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero di Kantor Staf Kepresidenan, Jumat (6/1).

Hal ini disebabkan karena pemerintah biasanya memiliki ciri memasang angka tinggi saat menyusun APBN dan kemudian merevisinya pada saat mengajukan APBN perubahan. Menurut dia, angka yang diajukan dalam APBN 2017 jauh dibanding 2016.

"Karena yang memang dibeli itu kredibilitas. Buat apa punya APBN yang besar-besaran kalau nantinya harus dikoreksi besar-besaran juga,” ujarnya.

Poltak menjelaskan, konservatifnya postur APBN itu dapat dilihat di antaranya dari asumsi pertumbuhan ekonomi 2017 yang dipatok 5,1%, inflasi yang dipatok 4,0%, nilai tukar rupiah Rp 13.300 per dollar AS, kupon SPN 3 bulan 5,3%, dan harga minyak U$ 45 per barel.

“2017 IMF saja memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,3%, Bloomberg konsenus 5,4%, APBN kita 5,1%. Lebih konservatif. Indonesia, yang dibeli adalah kredibilitas. Bisa aja dibikin gede-gedean, tapi realisasi tidak,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×