kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Tantowi Yahya: BRTI relevan untuk dibubarkan


Jumat, 16 Desember 2011 / 20:36 WIB
Tantowi Yahya: BRTI relevan untuk dibubarkan
ILUSTRASI. Daftar harga sepeda gunung Element terbaru Januari 2021, ada yang dibawah Rp 2 juta


Reporter: Harry Febrian | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja Pencurian Pulsa Komisi I DR RI kembali di gelar hari ini (16/12). Kali ini, DPR memanggil Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) untuk dimintai keterangan.

Dalam RDP ini, Panitia Kerja (Panja) Pencurian Pulsa Komisi 1 DPR RI, Tantowi Yahya, menganggap BRTI lamban dan tidak memberikan kontribusi signifikan dalam kasus pencurian pulsa yang marak belakangan ini.

"Tidak heran kalau ada permintaan BRTI dibubarkan. Itu relevan, melihat kinerja BRTI," tukas Tantowi Yahya, Jumat (16/12).

Ada dua kesalahan yang dilakukan BRTI. Pertama, BRTI membiarkan content provider alias penyedia konten yang tidak berizin melakukan kegiatan tanpa ada tindakan. Kedua, terdapat operator yang jelas-jelas mencuri pulsa dan melakukan pelanggaran pidana namun didiamkan saja.

Sementara itu, Anggota BRTI, Danrivanto, menyatakan, pihaknya memang harus berhati-hati dalam bertindak. "Kami mungkin memang agak lambat, tapi ini bentuk kehatian-hatian agar hasilnya tidak kontra-produktif," kata Danrivanto membela diri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×