kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.878   32,00   0,19%
  • IDX 8.960   22,95   0,26%
  • KOMPAS100 1.235   6,28   0,51%
  • LQ45 872   3,56   0,41%
  • ISSI 326   1,92   0,59%
  • IDX30 442   2,43   0,55%
  • IDXHIDIV20 520   3,27   0,63%
  • IDX80 137   0,75   0,55%
  • IDXV30 145   0,95   0,66%
  • IDXQ30 142   1,07   0,76%

Tanpa Momentum, Ekonom Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Hanya Tembus 5% di Kuartal III


Minggu, 02 November 2025 / 23:00 WIB
Tanpa Momentum, Ekonom Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Hanya Tembus 5% di Kuartal III
ILUSTRASI. Lanskap gedung di kawasan bisnis Jakarta, Senin (9/6/2025). Global Market Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal III-2025 hanya mencapai 5%, lebih rendah dibandingkan realisasi Kuartal II yang sebesar 5,12%. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Global Market Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal III-2025 hanya mencapai 5%, lebih rendah dibandingkan realisasi Kuartal II yang sebesar 5,12%.

Myrdal menilai perlambatan tersebut disebabkan tidak adanya momentum musiman yang mendorong konsumsi rumah tangga pada Kuartal III. Berbeda dengan Kuartal II, yang terdorong oleh peningkatan pendapatan masyarakat dari tunjangan hari raya (THR) menjelang Idulfitri dan gaji ke-13 pegawai negeri sipil (PNS).

“Untuk periode Juli sampai September, tidak ada event spesial. Pendorong pertumbuhan hanya berasal dari kinerja ekspor bersih yang masih cukup baik,” ujar Myrdal kepada Kontan, Minggu (2/11/2025).

Menurutnya, ekspor Indonesia ke sejumlah negara utama masih tumbuh positif, terutama ke kawasan ASEAN, India, dan Amerika Serikat, meski dalam situasi perang dagang global.

Dari sisi investasi, Myrdal mencatat adanya peningkatan aktivitas pada proyek-proyek prioritas pemerintah. Ia menilai, sejumlah kebijakan seperti Masterplan Ekonomi Biru (MBG) dan penguatan koperasi desa mulai menunjukkan hasil meski masih terbatas.

“Untuk investasi di sektor energi, realisasinya memang belum dominan, tapi dampaknya mulai terlihat di Kuartal III ini,” kata Myrdal.

Selain itu, investasi swasta masih banyak mengalir ke sektor hilirisasi, terutama industri besi dan baja serta makanan dan minuman. Myrdal menilai faktor-faktor inilah yang membuat pertumbuhan ekonomi tetap bertahan di sekitar 5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×