kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Tangkap oknum, petinggi TNI AL datangi KPK


Selasa, 02 Desember 2014 / 16:41 WIB
ILUSTRASI. Spesifikasi Garena Undawn Android dan iOS, Ukuran atau Size Game Besarnya Segini


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Komandan Pusat Polisi Militer TNI AL (Danpuspomal), Laksamana Pertama Gunung Heru mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (2/12). Diduga, kedatatangannya tersebut berkaitan dengan operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, Senin (1/12) kemarin.

Heru tiba di gedung KPK sekitar pukul 15.40 WIB dengan didampingi dua ajudannya menggunakan mobil dinas. Tanpa menjawab pertanyaan awak media, Heru langsung masuk ke Gedung KPK.

Sebelumnya, Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, pihaknya mengamankan salah satu oknum TNI AL dalam operasi tangkap tangan tersebut. Oknum TNI AL itu juga diamankan bersama dengan Ketua DPRD Bengkalan, Fuad Amin Imron dan satu pihak swasta.

Menurut Abraham, oknum TNI AL tersebut diduga kuat terlibat dalam penyimpangan yang dilakukan para tersangka tersebut. Namun, Abraham masih enggan memperinci modus dugaan penyimpangan itu. Yang jelas menurut Abraham, modus yang dilakukan yakni adanya pemberian sesuatu dari pihak swasta.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksmana Pertama Manahan Simorangkir mengatakan, kedatangan Heru tersebut untuk berkoordinasi dengan KPK terkait penangkapan. Namun, pihaknya belum mengetahui oknum TNI AL yang diamankan KPK itu.

"Kami belum tahu. Saya belum tahu pangkatnya, jabatannya, dinas dimana," kata Manahan. Menurut dia, jika benar terdapat anggotanya yang tertangkap KPK maka akan di proses di peradilan militer.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×