kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.678   51,00   0,29%
  • IDX 6.547   5,37   0,08%
  • KOMPAS100 868   9,35   1,09%
  • LQ45 660   10,74   1,65%
  • ISSI 225   -1,94   -0,86%
  • IDX30 367   5,99   1,66%
  • IDXHIDIV20 459   9,11   2,03%
  • IDX80 99   1,33   1,36%
  • IDXV30 126   0,97   0,78%
  • IDXQ30 118   2,49   2,15%

Tak semua saldo kartu sakti Jokowi dihabiskan


Kamis, 13 November 2014 / 22:59 WIB
ILUSTRASI. Tawas dalam bentuk bubuk yang kerap digunakan sebagai deodoran alami ini memiliki beragam manfaat baik bagi ketiak.


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Presiden Joko Widodo telah meluncurkan salah satu program unggulannya yaitu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) pada Senin (3/11/2014) lalu di lima kantor pos besar di Jakarta. 

Saat peluncuran, Jokowi hanya membagikan kepada 600 keluarga sebagai percontohan. Masing-masing keluarga yang diberikan kartu mendapatkan saldo sebesar Rp 400.000. 

Ternyata, dari semua penerima kartu itu, tidak semuanya menghabiskan saldo tersebut. Humas dan Protokoler PT Pos Indonesia Area IV Jakarta Atjep Djuanda, mengakui bantuan yang diberikan memang bukan dalam bentuk tunai, sehingga bisa disimpan. 

"Memang justru kami sarankan untuk disisakan, sebagai tabungan. Kemarin tidak semua penerima kartu mengambil semua saldo, tetapi saya enggak ingat rinciannya," kata Atjep, Kamis (13/11/20140. 

Ia mengatakan, laporan baru dapat dibuat jika program tersebut sudah benar-benar dilaksanakan. Seperti diketahui, setelah diluncurkan, secara bertahap kartu-kartu "sakti" Jokowi tersebut akan dibagikan kepada 15,5 juta keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia. 

Bantuan dengan dua cara, yaitu dalam bentuk simpanan giro pos sebanyak 14,5 juta rumah tangga melalui PT Pos Indonesia, dan 1 juta lagi dalam bentuk Mandiri e-cash melalui Bank Mandiri. 

Sementara itu, untuk Kartu Indonesia Pintar (KIP), pemanfaatannya langsung dilakukan di sekolah tempat anak terdaftar. Dan KIS digunakan di puskesmas melalui sistem rujukan berjenjang yang mirip dengan program Jaminan Kesehatan Nasional yang sudah ada sebelumnya.(Unoviana Kartika)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×