Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID – MADINAH. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah membuka layanan tanazul bagi jemaah yang mengalami masalah kesehatan. Program ini memungkinkan jemaah dengan kondisi medis tertentu untuk dipulangkan lebih cepat ke Indonesia tanpa harus menunggu jadwal kepulangan kelompok terbang (kloter) asalnya.
Penanggung Jawab Evakuasi Tanazul KKHI Makkah, dr. Syougie Sp.KP, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut diberikan kepada jemaah yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat untuk melakukan perjalanan udara.
“Jadi program tanazul ini merupakan program di mana jemaah haji atas indikasi medis itu dipulangkan lebih awal dari kloternya atau jika jemaah hajinya dirawat di rumah sakit dan kloternya telah pulang ke Indonesia itu kita pulangkan,” ujar dr Syougie di Makkah, Senin (15/6/2026).
Baca Juga: Mengenal Tanazul, Mekanisme Percepatan dan Penundaan Kepulangan Jemaah Haji
Meski demikian, tidak semua jemaah dapat langsung mengikuti program tanazul. Setiap usulan harus melalui evaluasi medis terlebih dahulu untuk memastikan kondisi jemaah aman menjalani penerbangan. Keselamatan dan kelayakan terbang menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan.
Menurut Syougie, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap kondisi kesehatan jemaah, baik yang memiliki riwayat penyakit tertentu maupun yang baru menyelesaikan perawatan di rumah sakit.
Setelah itu, tim kesehatan akan menilai tingkat kestabilan kondisi pasien dan berkoordinasi dengan dokter yang menangani penyakit jemaah guna menentukan apakah yang bersangkutan layak dipulangkan lebih awal ke Tanah Air.
Ia menjelaskan bahwa jemaah yang baru pulang dari rumah sakit maupun yang datang ke KKHI akan terlebih dahulu menjalani penilaian kondisi kesehatan untuk memastikan tingkat kestabilannya. Setelah itu, tim kesehatan akan berkonsultasi dengan dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) yang menangani penyakit jemaah sebelum menentukan langkah selanjutnya.
“Contoh misalnya dia ada masalah jantung kita konsulkan ke penyakit jantung, dia paska stroke kita konsulkan ke dokter saraf. Setelah itu baru nanti hasilnya kita nilai apakah layak untuk terbang atau tidak, baru nanti kita programkan untuk mutasi kloternya ke Yanpul,” jelasnya.
Baca Juga: 85.290 Jemaah Haji Telah Tiba di Tanah Air
Hingga saat ini, permohonan tanazul yang masuk ke KKHI mencapai ratusan kasus. Namun tidak semua permohonan berujung pada pelaksanaan tanazul karena sebagian jemaah akhirnya dapat kembali bersama kloternya.
“Yang masuk itu ada hampir 400 permohonan yang masuk tetapi itu baru permohonan saja karena kadang mereka telah memohonkan tetapi jemaahnya telah pulang, itu bisa kembali dengan kloternya. Jadi permohonannya bukan ditolak tetapi dia tidak jadi kita tanazulkan,” bebernya.
Berdasarkan data terakhir yang dihimpun KKHI, sebanyak 142 jemaah telah dipulangkan melalui program tanazul hingga Senin malam. Sementara jumlah permohonan yang tercatat mencapai 334 pengajuan, belum termasuk tambahan 33 permohonan yang masuk pada hari berikutnya.
Pada Senin (15/6/2026) pagi, terdapat tambahan tiga jemaah yang menjalani tanazul. Ketiganya semula direncanakan berangkat melalui Bandara Jeddah, namun dialihkan ke Madinah karena keterbatasan slot penerbangan.
“Ini tiga ke Jeddah, nanti kita agak siangan karena slotnya sudah penuh. Kita evakuasi ke Madinah karena penerbangannya sudah penuh. Jadi kita evakuasi ke Madinah, baru nanti dari Madinah ditanazulkan lewat Bandara Madinah,” katanya.
Menurut Syougie, jemaah sakit yang mengikuti program tanazul tetap mendapatkan pengawasan kesehatan hingga menjelang keberangkatan. Mereka akan menjalani pemeriksaan ulang sebelum masuk ke ruang tunggu bandara.
“Kalau dia memang sudah ada jadwalnya itu tidak terlalu lama dari jadwal penerbangan karena yang amannya itu enam jam sebelum penerbangan jemaah sudah ada di bandara. Tapi untuk jemaah sakit kita akan nilai ulang sebelum penerbangan,” ujarnya.
Dokter berbadan tegap ini menegaskan, pendampingan medis tetap diberikan selama proses pemulangan. Jemaah yang ditanazulkan akan terus dipantau oleh petugas kesehatan hingga naik ke pesawat menuju Tanah Air.
Baca Juga: Pelaksanaan Haji 2026 Kembali Gunakan Skema Murur &Tanazul, Kurangi Kepadatan di Mina
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













