kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.974   82,00   0,46%
  • IDX 6.001   -100,26   -1,64%
  • KOMPAS100 782   -13,72   -1,73%
  • LQ45 590   -8,45   -1,41%
  • ISSI 208   -3,96   -1,87%
  • IDX30 333   -4,69   -1,39%
  • IDXHIDIV20 408   -4,96   -1,20%
  • IDX80 89   -1,62   -1,80%
  • IDXV30 110   -0,97   -0,87%
  • IDXQ30 107   -1,17   -1,08%

Tak hadir, SBY pilih teleconference di Pekan Nasional Tani-Nelayan


Rabu, 22 Juni 2011 / 11:43 WIB
ILUSTRASI. IHSG diprediksi menguat


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can


JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) absen dalam Pekan Nasional XIII Petani-Nelayan yang berlangsung di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. SBY lebih memilih melakukan teleconference dari Istana Negara dengan sejumlah menteri.

Diantaranya seperti Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Pariwisata dan Kebudayan Jero Wacik serta Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring.

Sebelumnya, SBY tidak pernah absen membuka acara tersebut. Namun, kali ini, dia berhalang hadir karena ada sejumlah agenda yang lebih penting.

SBY sendiri menilai acara Pekan Nasional Petani-Nelayan ini sangat penting. Dia menilai, acara yang digagas Kontak Tani Nelayan Andalan ini jauh dari politik praktis. "Saya senang dengan KTNA karena tidak masuk pada politik praktis. Khusus untuk kemajuan petani dan nelayan," jelasnya, Rabu (22/6)

Sebelumnya, Wakil Presiden Boediono telah membuka PENAS langsung di Kutai pada 18 Juni lalu. Sejatinya mengacu pada protokoler tidak diperkenankan Presiden dan Wakil membuka acara yang sama. "Oleh karena itu saya memilih untuk melakukan dialog," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×