kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.859   13,00   0,08%
  • IDX 8.974   37,25   0,42%
  • KOMPAS100 1.236   7,14   0,58%
  • LQ45 872   4,11   0,47%
  • ISSI 326   1,99   0,61%
  • IDX30 442   2,49   0,57%
  • IDXHIDIV20 520   2,91   0,56%
  • IDX80 138   0,90   0,66%
  • IDXV30 145   1,11   0,77%
  • IDXQ30 141   0,81   0,57%

Tak ada WNI jadi korban penyerangan London Bridge


Minggu, 04 Juni 2017 / 15:02 WIB
Tak ada WNI jadi korban penyerangan London Bridge


Sumber: Antara | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Kedutaan Besar RI di London mengonfirmasi bahwa tidak ada WNI yang menjadi korban insiden penubrukan mobil kepada warga di Jembatan London (London Bridge) maupun penusukan di Borough Market yang terjadi pada Sabtu malam waktu setempat.

"Dari hasil koordinasi, sejauh ini tidak ada korban WNI dalam insiden tersebut," demikian cuitan KBRI London dalam akun media sosial twitter, @KBRILondon, dikutip Antara di Jakarta, Minggu (4/6).

Kedutaan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait di London.

KBRI juga mengimbau masyarakat Indonesia di London agar meningkatkan kewapadaan dan menghindari ketiga kawasan termasuk Vauxhall, kendati tidak terkait kejadian di London Bridge.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan duka cita dan simpati mendalam kepada korban dan keluarga korban insiden Jembatan London dan Borough Market.

Pemerintah Indonesia juga menegaskan dukungan dan rasa solidaritasnya kepada pemerintah Inggris dalam menanggulangi terorisme dan aksi teror.

"Pemerintah Indonesia mengimbau WNI yang berada di London dan Inggris untuk selalu waspada dan menghindari kawasan yang berpotensi menjadi sasaran aksi teror," demikian siaran pers dari Kementerian Luar Negeri RI.

Selain itu, Kedutaan juga memberikan hotline KBRI London jika terdapat keterangan mengenai anggota masyarakat Indonesia yang menjadi korban atau mengalami masalah terkait insiden itu ke nomor +4420 7881221235.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×