kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Tak Ada Insentif Fiskal, Purbaya Siapkan Insentif Pembiayaan untuk EBT


Jumat, 24 April 2026 / 18:19 WIB
Tak Ada Insentif Fiskal, Purbaya Siapkan Insentif Pembiayaan untuk EBT
ILUSTRASI. Kapasitas Energi Baru Terpasang (EBT) (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang pemberian insentif berbasis pembiayaan untuk mendorong pengembangan sektor energi baru terbarukan (EBT), khususnya panas bumi (geothermal), di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Purbaya menegaskan, saat ini Pemerintah melalui Kementerian Keuangan belum menyiapkan insentif fiskal langsung seperti tax holiday atau relaksasi bea masuk dan bea keluar bagi dunia usaha di sektor padat karya dan EBT.

“Kalau fiskal langsung nggak ada, tapi kita pakai pembiayaan,” jelasnya kepada Kontan, saat ditemui di BPPK, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Baca Juga: Satgas BLBI Berpotensi Diperpanjang, Menkeu: Masih Banyak Aset Tersisa

Ia menjelaskan, pemerintah akan mengandalkan skema pembiayaan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk mendukung investasi, termasuk di sektor energi panas bumi.

Menurut Purbaya, langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional di tengah risiko krisis global dan volatilitas harga minyak dunia.

“Yang jelas gini, krisis global ini memberi peringatan bagi kita, bahwa kita harus ada energi. Kita yang kaya di sini selain minyak yang ada, kita punya yang belum dioptimalkan adalah panas bumi,” ujar Purbaya

Ia menilai, potensi panas bumi di Indonesia masih sangat besar dan perlu dioptimalkan untuk mendukung kebutuhan listrik industri serta mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

“Kita akan coba perluas di sana untuk mensuplai listrik lebih besar untuk perindustrian dan lain-lain. Sehingga nanti kalau ada masalah seperti ini lagi, ketika global economy atau harga minyak global naik, kita lebih tahan lagi,” tambahnya.

Dalam konteks tersebut, pemerintah juga akan melihat peluang ekspansi yang dapat dilakukan oleh Geo Dipa Energi sebagai salah satu pengembang panas bumi nasional.

Baca Juga: Prabowo Perintahkan Rosan Percepat Hilirisasi dan Kuatkan Danantara

“Jadi Geo Dipa mungkin coba kita lihat seperti apa, bisa memperluas eksplorasinya,” katanya.

Purbaya menekankan, meskipun tidak ada insentif fiskal langsung, dukungan pembiayaan diharapkan tetap mampu menarik minat investor dan mempercepat pengembangan sektor EBT, khususnya panas bumi, sebagai sumber energi alternatif yang lebih berkelanjutan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×