kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Strategi Sri Mulyani dorong belanja K/L capai Rp 412,5 triliun di kuartal I 2021


Senin, 18 Januari 2021 / 15:43 WIB
ILUSTRASI. Menkeu Sri Mulyani saat wawancara virtual bersama KONTAN, Jumat (15/1/2021).


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pihaknya akan mendorong realisasi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) hingga Rp 412,5 triliun pada kuartal I 2021.

Angka tersebut setara dengan 15% dari pagu yang ditetapkan sebesar Rp 2.750 triliun di kuartal I 2021.

“Belanja di kuartal I 2020 diharapkan 15% dan ini kita harapkan dan Kementerian/Lembaga (K/L) harus segera karena kalau tidak, kuartal I 2020 bisa down lagi,” kata Sri Mulyani saat wawancara khusus dengan Redaksi KONTAN, Jumat (15/1).

Sri Mulyani bilang, dorongan belanja negara di awal tahun ini diharapkan bisa menahan pelemahan ekonomi yang akan terjadi di kuartal I-2021. Hal ini seiring dengan penurunan mobilitas masyarakat yang menyebabkan konsumsi masyarakat turun.

Baca Juga: Sri Mulyani optimistis ekonomi rebound mulai kuartal II-2021

Adapun strategi utamanya yakni melalui percepatan belanja pemerintah pusat, khususnya belanja K/L dan memperkuat perlindungan sosial kepada masyarakat.

Meski demikian, Sri Mulyani mengatakan dengan kondisi saat ini yang berbeda dengan tahun lalu, K/L perlu bersikap dinamis dalam melaksanakan belanja.

“Nature Covid-19 sampai awal Januari masih tinggi, ada PSBB diketatkan, orang belum berubah status sosial meski mereka sudah mulai lebih percaya diri, tapi belum sepenuhnya. Seperti yang kita bayangkan sehingga Januari, Februari, Maret bantalan sosial dinaikkan lagi,” ujar Menkeu. 

Baca Juga: Ini alasan Sri Mulyani prediksi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021 melambat

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia mengatakan, perlindungan sosial seperti bantuan sosial (bansos), bansos sembako, bantuan langsung tunai (BLT) harus tetap digalakan pada kuartal I-2021. Termasuk juga subsidi kuota internet untuk dunia pendidikan, serta subsidi listrik untuk pengguna 400 VA dan 950 VA.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×