kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Stok masih ada 670.000 unit, Indonesia optimistis krisis APD teratasi produksi lokal


Senin, 06 April 2020 / 15:37 WIB
Stok masih ada 670.000 unit, Indonesia optimistis krisis APD teratasi produksi lokal
ILUSTRASI. Pekerja membuat kostum Alat Pelindung Diri (APD) di PT Kasih Karunia Sejati , Bandulan, Malang, Jawa Timur, Senin (6/4/2020). Manajemen pabrik yang awalnya memproduksi celana jins tersebut memutuskan untuk mengalihkan produksi ke pembuatan APD guna memban

Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - Pemerintah optimistis krisis alat pelindung diri atau (APD) bagi tenaga medis akan bisa segera teratasi.  Dalam waktu dekat pemerintah akan memproduksi APD dengan bahan baku lokal, yang sudah mendapatkan sertifikasi dari badan kesehatan dunia (World Health Organization/WHO).

"Alhamdulillah kemungkinan besar kami akan memproduksi APD dengan bahan baku lokal yang mendapatkan sertifikasi dari WHO sehinga ketergantungan dari bahan baku impor bisa teratasi," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Doni Monardo saat jumpa pers seusai mengikuti Rapat Kabinet Terbatas di kantor Presiden (6/4).

Baca Juga: Doni Monardo: Belum ada putusan penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar

Doni mengakui masalah APD khususnya pakaian hazmat dan masker saat ini tidak hanya menjadi masalah bagi Indonesia tapi masalah global. Bahkan ada negara yang mengambil alih proses produksi ini. 

Menengenai ketersediaan APD di dalam negeri, Doni menjelaskan Gugus Tugas sudah mendapatkan sebanyak 570.000 unit. Dari jumlahitu sebanyak 390.000 unit APD sudah didistribusi ke Rumahsakit. "Siang ini (Senin,6/4) akan tiba 105.000 unit dan akan kami prioritas untuk distribusi ke RS di daerah yang terdampak," katanya.

Baca Juga: Sah! Jokowi tunjuk menteri BUMN koordinasikan keterlibatan lab swasta periksa corona

"Kami minta Media massa ikut membantu mengontrol distribusi APD termasuk kepada RS yang selama ini tidak melakukan kegiatan penanganan pasien virus corona Covid-19 tapi dokternya positif terpapar Covid-19 dan meninggal,"tandas Doni. Ia menyebut ada kasus dokter spesialis Telinga Hidung dan Tenggorok (THT) maupun dokter gigi meninggal terpapar virus Covid-19 meskipun yang bersangkutan tidak terlibat dalam penanganan wabah virus corona Covid-19.
 
"APD prioritas bukan hanya dokter yang melayani pasien virus corona Covid-19 tapi semuda dokter. Karena pasien yang diperiksa bukan Covid-19 tapi pembawa virus Covid-19," katanya.

Baca Juga: Menhan Prabowo soal penanganan virus corona: Patuhi imbauan, kami tidak mau otoriter

Optimisme Doni Indonesia akan segera memproduksi APD karena alternatif bahan yang digunakan untuk APD pasokannya cukup melimpah di Indonesia, Sebab bahan baku yakni polyurethane dan polyester bisa diproduksi di industri tekstil dalam negeri. Bahan baku alternatif tersebut juga sesuai dengan standar WHO.

Baca Juga: WHO rekomendasikan penggunaan masker hari ini, begini tips pilih masker sesuai fungsi

Sebelumnya Ketua Tim Pakar Gugus Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut bahan baku APD ini kata Wiku dapat digunakan berulang kali dengan pencucian yang benar terlebih dahulu. Bahan baku tersebut nanti bisa diproduksi menjadi dua jenis APD yaitu APD terusan dan APD jumpsuit cover all.

"Kapasitas APD nasional sekitar 17 juta per bulan, dengan bahan baku pengganti tersebut. Beruntung Indonesia jadi salah satu produsen tekstil terbesar di dunia," tutur Wiku.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×