kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.984   11,00   0,06%
  • IDX 9.021   -113,21   -1,24%
  • KOMPAS100 1.240   -14,88   -1,19%
  • LQ45 874   -10,39   -1,17%
  • ISSI 330   -4,16   -1,25%
  • IDX30 445   -8,66   -1,91%
  • IDXHIDIV20 520   -18,70   -3,47%
  • IDX80 138   -1,66   -1,19%
  • IDXV30 143   -6,03   -4,06%
  • IDXQ30 142   -3,42   -2,35%

Sri Mulyani Ungkap Alasan Asumsi Rupiah di 2025 Ditetapkan Rp 16.100 per Dolar AS


Selasa, 27 Agustus 2024 / 16:07 WIB
Sri Mulyani Ungkap Alasan Asumsi Rupiah di 2025 Ditetapkan Rp 16.100 per Dolar AS
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, masih adanya ketidakpastian kondisi global maupun domestik yang menjadi alasan pemerintah menetapkan asumsi rupiah pada tahun 2025 berada di level Rp 16.100 per dolar AS.


Reporter: Shifa Nur Fadila | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menetapkan asumsi nilai tukar rupiah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2025 sebesar Rp 16.100 per dolar AS.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, masih adanya ketidakpastian kondisi global maupun domestik yang menjadi alasan pemerintah menetapkan asumsi rupiah pada tahun 2025 berada di level Rp 16.100 per dolar AS.  Dalam enam bulan terakhir, ketidakpastian itu mempengaruhi nilai tukar rupiah dan semua mata uang di dunia. 

"Berbagai kejadian dalam enam bulan terakhir memberikan pembelajaran yang  luar biasa, tiga bulan lalu melihat rupiah dengan mata uang di seluruh dunia mengalami tekanan depresiasi yang sangat berat. Namun, dua minggu terakhir kita melihat rupiah mengalami apresiasi cukup kuat," ungkap Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (27/8). 

Baca Juga: Rupiah Spot Melemah 0,36% ke Rp 15.495 Per Dolar AS Pada Selasa (27/8)

Kondisi enam bulan terakhir, menurut Sri Mulyani, didorong dari faktor global yang mempengaruhi terutama dari negara-negara maju yang berdampak ke seluruh dunia. Risiko ketidakpastian yang sangat tinggi ini perlu diwaspadai dan dicermati.

"Kondisi AS dengan defisit APBN mereka yang sangat besar akan mendorong penerbitan surat berharga yang cukup besar, dan ini berpotensi menahan imbal hasil (yield) US Treasury yang akan berimbas kepada banyak surat berhaga negara berkembang, termasuk Indonesia," ujarnya. 

Dalam RAPBN 2025, target suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun ditetapkan sebesar 7,1%. Sri Mulyani optimistis surat berharga Indonesia memiliki daya tarik yang lebih baik dari negara berkembang lainnya.

Selain itu, The Fed juga diperkirakan akan memangkas suku bunga dengan total penurunan 100 basis poin (bps), lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yaitu 75 bps.

Di sisi lain, penguatan rupiah belakangan ini turut ditopang kinerja perekonomian domestik, salah satunya proyeksi neraca pembayaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×