kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.894   36,00   0,20%
  • IDX 6.110   -6,63   -0,11%
  • KOMPAS100 798   3,25   0,41%
  • LQ45 601   1,43   0,24%
  • ISSI 213   -0,33   -0,15%
  • IDX30 340   0,78   0,23%
  • IDXHIDIV20 415   -0,34   -0,08%
  • IDX80 90   0,24   0,27%
  • IDXV30 112   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 108   0,10   0,10%

Sri Mulyani Perkirakan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,17% di Kuartal I-2024


Jumat, 26 April 2024 / 15:14 WIB
Sri Mulyani Perkirakan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,17% di Kuartal I-2024
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai 5,17% pada kuartal I-2024. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/tom.


Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai 5,17% pada kuartal I-2024. 

"Dengan kinerja konsumsi yang baik, kegiatan manufaktur positif, capital cukup baik dari sisi FDI (Foreign Direct Investment) maupun PMI (Price Managers’ Index) kita prediksi untuk kuartal I-2024 pertumbuhan ekonomi kita di 5,17%," kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA, Jumat (26/4).

Sri Mulyani menjelaskan perekonomian Indonesia mampu tumbuh di atas 5% sejalan dengan sektor manufaktur yang semakin ekspansif. Tercatat, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia hingga Maret 2024 mencapai level 54,2 poin.

Kemudian, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) juga masih stabil 123,8. Selain itu, Mandiri Spending Index masih dalam posisi kuat di 46,9, karena dipengaruhi oleh adanya momen Ramadan dan Lebaran 2024.

Baca Juga: Realisasi Bansos Naik 20,7%, Sri Mulyani Tegaskan Tak Ada Kaitannya Dengan Pemilu

Adapun konsumsi listrik untuk bisnis juga masih tumbuh positif 7,5%. Konsumsi semen pada Maret terkoreksi sebesar 1,9%, setelah dalam dua bulan terakhir pertumbuhannya melonjak tinggi.

"Jadi secara keseluruhan konsumen cukup baik, namun harus waspada karena beberapa mengalami koreksi. Baik yang sifatnya koreksi karena musiman seperti Ramadan dan Hari Raya maupun koreksi yang struktural dan jangka panjang," jelasnya.

Kendati perekonomian Indonesia relatif masih resilien, Menkeu tetap menyampaikan bahwa pemerintah tetap mewaspadai adanya turbulensi global yang terjadi.

Sri Mulyani juga membeberkan proyeksi berbagai lembaga terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup bervariasi. Misalnya, Bloomberg menyebutkan bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 5%, BCA 5,1%, Goldman Sachs 4,9%, Moody's 4,7% dan Nomura 5,3%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×