kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Sri Mulyani: Pembiayaan Lahan Tol Jogja-Solo-YIA Kulon Progo Rp 5,9 Triliun dari APBN


Senin, 27 Februari 2023 / 13:14 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat meninjau Proyek Strategis Nasional (PSN) jalan tol ruas Solo-Yogyakarta-Kulonprogo, di titik gerbang tol Colomadu, Jawa Tengah (27/2/2023).


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SOLO. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, anggaran total yang dikeluarkan pemerintah untuk pembangunan Tol Solo - Yogyakarta - YIA Kulon Progo dari sisi pembebasan lahan sepanjang 96,57 km telah mencapai Rp 5,9 triliun.

“Dari sisi pembebasan lahan saja yang menggunakan APBN pembiayaan untuk pembebasan utama Jalan Tol Solo - Yogyakarta - YIA Kulon Progo yang hari ini kita lihat mencapai Rp 5,9 triliun,” tutur Sri Mulyani dalam Konferensi Pers, Senin (27/2).

Adapun Sri Mulyani menjelaskan, pembangunan tol tersebut, selain telah mengeluarkan anggaran Rp 5,9 triliun untuk pembebasan lahan, tetapi juga memberikan dukungan APBN melalui penyertaan modal negara (PMN) dari APBN ke BUMN PT Adhi Karya yaitu sebesar Rp 1,4 triliun, untuk pembangunan konstruksi jalan tol.

“Jadi harus ada kontrak kinerja mengenai proyek di mana lokasinya dan berapa anggarannya sehingga kita bisa juga bersama Kementerian BUMN melakukan monitoring,” jelasnya.

Baca Juga: Modal Asing Mengalir Keluar dari Pasar Domestik Sepekan Terakhir

Selain itu, bendahara keuangan negara ini juga mengatakan, dalam pengerjaan proyek ini tentunya penjaminan terhadap berbagai risiko melaksanakan sebuah proyek strategis nasional yang melewati berbagai lokasi dan tempat kediaman penduduk dan kegiatan ekonomi seperti persawahan.

karena memiliki kerumitan tersendiri, oleh karena itu dibuat suatu penjaminan agar proyek ini bisa berjalan tepat waktu, tepat kualitas, tepat biaya. Penjaminan ini dilakukan melalui penjaminan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia itu, di bawah Kementerian Keuangan yang juga mendapatkan anggaran dari APBN.

“Saya juga berterima kasih kepada Menteri PUPR dan BUMN yang bisa menyelesaikan secara berkualitas proyek ini. Kami tentu akan terus melaksanakan dan memonitor berbagai penggunaan uang dan PMN, terutama yang memang betul-betul bisa disampaikan kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas pengelola,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×