kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sri Mulyani Jelaskan Upaya Pemerintah Menuju Transisisi Pandemi Menuju Endemi


Senin, 28 Maret 2022 / 15:49 WIB
ILUSTRASI. Sri Mulyani Jelaskan Upaya Pemerintah Menuju Transisisi Pandemi Menuju Endemi


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan pemerintah bisa konsisten dalam menangani pandemi Covid-19 menuju endemi.

Sri Mulyani mengakui, tahun lalu menjadi momen penting bagi Indonesia dalam proses pemulihan ekonomi, sebab pertumbuhan terus membaik dan tercatat mencapai 3,68%. Lewat reformasi fundamental yang dilakukan, pemerintah optimistis pandemi bisa teratasi dan bergerak menuju endemi.

“Kita pastikan menangani pandemi ini, kita lanjutkan dengan konsisten menuju endemik,” tutur Sri Mulyani dalam Indonesia PPP Day: Enhancing Government Support for Green PPP in Indonesia Toward Climate-Resilient Investment, Senin (28/3).

Adapun, sederet upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk menggenjot pertumbuhan adalah seperti mendorong permintaan dan persediaan barang/jasa. sebagai negara tujuan pasar, Sri Mulyani meyakini perlu adanya peran swasta dalam mendukung pencapaian pembangunan.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Akan Berubah Jadi Endemi, Ini Syaratnya

Maka dari itu, melalui lewat omnibus law UU Cipta Kerja, pemerintah terus mendorong berbagai kemudahan perizinan dan insentif bagi pelaku usaha.

Sri Mulyani bilang, dalam menciptakan kemudahan berusaha juga, telah diimplementasikan melalui Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) yang bukan hanya pada aturan Pajak Penghasilan (PPh) tetapi juga menyelaraskan perpajakan global.

Di sisi lain, saat pandemi sedang merebak, pemerintah juga berani memutuskan untuk membentuk lembaga pengelola investasi yang diberi nama Indonesia Investment Authority (INA). Platform ini telah bekerja sama dengan pihak swasta dalam skala global untuk mengumpulkan pembiayaan pembangunan di Tanah Air.

Baca Juga: Sinyal Akhir Pandemi, Siap-siap Masuk Endemi

“INA sudah banyak mengundang investor, target kami (dana yang terkumpul di INA) akan ditujukan untuk pembangunan transportasi untuk konektivitas. Kami investasi jalan tol, pelabuhan laut dan bandara,” jelas Ani, sapaan akrabnya.

Sektor ini, juga dinilai sangat penting untuk transformasi ekonomi dan sebagai motor penggeraknya. Tak hanya itu, di saat yang bersamaan berbagai proyek pembangunan yang ada akan mengadopsi kebijakan yang selaras dengan mitigasi perubahan iklim global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×