kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Sri Mulyani: Ekonomi tahun depan memiliki downside risk tumbuh hanya 5,15%


Kamis, 13 September 2018 / 18:13 WIB
ILUSTRASI. Menkeu Sri Mulyani saat World Economic Forum on ASEAN di Vietnam


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksi pertumbuhan ekonomi 2019 tumbuh 5,3%. Namun, ada kemungkinan downside risk di mana ekonomi diperkirakan tumbuh 5,15% pada tahun depan.

“Dengan impor yang dikendalikan dalam rangka memperbaiki current account, tahun depan ada downside risk untuk pertumbuhan ekonomi dari 5,3% jadi 5,15%, kata Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Kamis (13/9).

Diberitakan Kontan.co.id sebelumnya, untuk pertumbuhan ekonomi 5,3% tahun depan sendiri, investasi dan konsumsi diharapkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi tahun depan.

Konsumsi masyarakat diharapkan tumbuh 5,1% didukung oleh perbaikan pendapatan dan inflasi yang rendah.

Pada tahun depan, pemerintah akan berupaya menjaga inflasi pada rentang 3,5% plus minus 1%.

Sementara itu, investasi perkirakan terus meningkat sejalan dengan perbaikan daya saing dan persepsi investor. Oleh karena itu, target pertumbuhan PMTB pada 2019 sebesar 7,0%.

Dari sisi ekspor impor, pertumbuhan volume perdagangan dunia diperkirakan tidak akan tumbuh tidak setinggi tahun sebelumnya menjadi tantangan dalam kinerja ekspor di samping perlunya diwaspadai kebijakan proteksionisme.

Oleh karena itu, pertumbuhan ekspor dan impor masing-masing ditargetkan sebesar 6,6% dan 7,4%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×