kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.783   -127,00   -0,71%
  • IDX 6.365   -44,28   -0,69%
  • KOMPAS100 835   -9,48   -1,12%
  • LQ45 634   -6,17   -0,96%
  • ISSI 221   -1,24   -0,56%
  • IDX30 356   -3,64   -1,01%
  • IDXHIDIV20 434   -4,17   -0,95%
  • IDX80 95   -1,11   -1,15%
  • IDXV30 120   -0,72   -0,60%
  • IDXQ30 113   -1,42   -1,25%

Sri Mulyani berharap percepatan restitusi pajak jadi stimulus bagi sektor manufaktur


Rabu, 08 Januari 2020 / 17:56 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pendapat saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/6/2019).


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang tahun lalu pemerintah telah menggelontorkan insentif berupa percepatan restitusi. Sektor pengolahan atau manufaktur adalah bidang usaha yang paling banyak menerima percepatan restitusi.

Tak main-main, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi percepatan restitusi pajak sebesar Rp 32 triliun. Angka ini lebih tinggi Rp 10 triliun dibandingkan realisasi pada tahun sebelumnya senilai Rp 22 triliun. 

Baca Juga: Pemerintah berharap turning poin dari restitusi pajak

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, percepatan restitusi bertujuan untuk meningkatkan cash flow perusahaan supaya bisa bekerja lebih baik, utamanya meningkatkan ekspor. Ini dapat menjadi stimulus pemerintah yang berupaya memperbaiki sektor manufaktur di tahun 2020. 

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 117/PMK.03/2019 tentang Perubahan Atas PMK 39/2018 tentang Tata Cara Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pembayaran Pajak. Beleid yang dikeluarkan pada pertengahan tahun lalu ini membuka kesempatan bagi industri farmasi untuk percepatan restitusi pajak. 

Kepala Ekonom BCA David Sumual, mengatakan, percepatan restitusi pajak tentu memiliki dampak positif kepada industri manufaktur yang berorientasi ekspor. Sebab, sepanjang tahun lalu tekanan harga barang-barang ekspor dan permintaan global menurun karena perlambatan ekonomi yang disebabkan perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China. 

Baca Juga: Penerimaan pajak baru 80,29% per 26 Desember, begini trennya dalam dua tahun terakhir

David menilai sentimen ini pun masih bergulir di tahun ini, maka dengan adanya percepatan restitusi, cash flow korporasi terkait, jauh lebih sehat lantaran beban pajak perusahaan turun. Setali tiga uang, dana hasil percepatan restitusi dapat digunakan untuk meningkatkan produksi.

“Itu sangat membantu cash flow perusahaan, karena memang sebelum adanya percepatan restitusi ini arus kas terhambat akhirnya kinerja sedikit terganggu. Tapi pada dasarnya itu adalah hak penerima,” kata David kepada Kontan.co.id, Rabu (8/1).




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×