kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.911   41,00   0,23%
  • IDX 5.662   -158,81   -2,73%
  • KOMPAS100 729   -22,79   -3,03%
  • LQ45 556   -16,70   -2,91%
  • ISSI 197   -4,68   -2,32%
  • IDX30 316   -8,75   -2,69%
  • IDXHIDIV20 390   -11,13   -2,78%
  • IDX80 83   -2,56   -2,99%
  • IDXV30 106   -2,28   -2,10%
  • IDXQ30 102   -2,82   -2,69%

Sri Mulyani: Ada dana Rp 54,4 triliun yang siap digunakan untuk vaksin corona gratis


Senin, 21 Desember 2020 / 16:56 WIB
ILUSTRASI. Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 saat simulasi pelayanan vaksinasi di Puskesmas Kemaraya, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (18/12/2020). ANTARA FOTO/Jojon/rwa.


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Tendi Mahadi

Selanjutnya, Kemenkes dan Bio Farma harus melaporkan efektivitas dari vaksin yang akan digunakan. Hitungan sementara, jika efektivitas vaksin di level 90%, maka vaksin yang disediakan harus lebih dari 100%.

Hitungan Menkeu, dengan asumsi 182 juta jiwa maka total vaksin bisa mencapai 200 juta vaksin, belum termasuk jika dosis yang diberikan dua kali per kepala.

Baca Juga: Sri Mulyani: Penerimaan pajak terus membaik

Tak hanya itu, kemungkinan vaksin yang terbuang alias tidak bisa terpakai saat masuk ke Indonesia juga harus dikalkulasi. Belum lagi soal tenaga kesehatan yang menjadi prioritas dan menjalankan proses vaksinasi.

“Karena belum jelas jumlah vaksinnya berapa banyak, berapa harganya, efektivitasnya berapa banyak, wasted-nya berapa banyak. Maka kita belum mengetahui berapa angkanya ini (anggaran) namun kita tetap berkoordinasi dengan Kemenkes dan BUMN untuk terus melihat keseluruhan angka-angka tersebut,” kata Menkeu. 

Selanjutnya: Setoran pajak orang pribadi jadi satu-satunya penerimaan pajak yang tumbuh positif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×