kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Soal PLN, Dahlan belum terima panggilan DPR


Rabu, 07 November 2012 / 13:05 WIB
Soal PLN, Dahlan belum terima panggilan DPR
ILUSTRASI. Waspadai gejala dan bahayanya cacing kremi pada anak


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku belum menerima surat pemanggilan kembali dirinya oleh Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), terkait inefisiensi biaya di Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Dahlan dipanggil DPR karena Ia pernah menjabat Direktur Utama PT PLN periode tahun  2009-2011, di masa adanya temuan inefisiensi biaya tersebut. "Saya belum belum terima pemanggilan lagi," kata Dahlan sewaktu ditemui wartawan usai menghadiri Penganugerahan AQP Awards di Kantor Pusat Pertamina , Jakarta, Rabu (7/11).

Perlu diketahui,  Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)telah menemukan adanya inefisiensi biaya di PLN yang dianggap merugikan negara sebesar Rp 37,6 triliun. Dalam pemanggilan oleh Komisi VII sebelumnya, Dahlan mangkir sebanyak dua kali.

Padahal, Komisi VII beranggapan, Dahlan mengetahui adanya inefisiensi PLN tersebut, sebab dirinya kala itu menjabat sebagai Dirut PLN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×