kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Soal PLN, Dahlan belum terima panggilan DPR


Rabu, 07 November 2012 / 13:05 WIB
ILUSTRASI. Waspadai gejala dan bahayanya cacing kremi pada anak


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku belum menerima surat pemanggilan kembali dirinya oleh Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), terkait inefisiensi biaya di Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Dahlan dipanggil DPR karena Ia pernah menjabat Direktur Utama PT PLN periode tahun  2009-2011, di masa adanya temuan inefisiensi biaya tersebut. "Saya belum belum terima pemanggilan lagi," kata Dahlan sewaktu ditemui wartawan usai menghadiri Penganugerahan AQP Awards di Kantor Pusat Pertamina , Jakarta, Rabu (7/11).

Perlu diketahui,  Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)telah menemukan adanya inefisiensi biaya di PLN yang dianggap merugikan negara sebesar Rp 37,6 triliun. Dalam pemanggilan oleh Komisi VII sebelumnya, Dahlan mangkir sebanyak dua kali.

Padahal, Komisi VII beranggapan, Dahlan mengetahui adanya inefisiensi PLN tersebut, sebab dirinya kala itu menjabat sebagai Dirut PLN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×