kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Soal MRT, Hatta Rajasa sudah setuju?


Jumat, 21 Desember 2012 / 20:52 WIB
ILUSTRASI. Banyak sekali rumor atau mitos yang beredar mengenai vaksin Covid-19. ANTARA FOTO/Fauzan/rwa.


Reporter: Fahriyadi | Editor: Edy Can

JAKARTA. Rapat pembahasan proyek mass rapid transit (MRT) yang sejatinya digelar Jumat (21/12) antara Gubernur DKI Jakarta dengan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa terpaksa ditunda. Kendati demikian, Jokowi mengaku sudah berkomunikasi dengan Hatta.

Dia mengatakan, Hatta telah memberi lampu hijau atas proyekt ersebut. "Tapi berapa persentasenya biar beliau yang tentukan nanti," kata Jokowi di Balaikota, Jumat (21/12).

Asa tahu saja, salah satu agenda rapat tersebut membahas soal pembagian beban investasi antara pemerintah pusat dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Jokowi mengatakan telah menurunkan persentase angka pembagian beban yang semula 70% Pemerintah Pusat dan 30% Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjadi 60:40.

Saat ini seperti diketahui bahwa Pemprov DKI menanggung beban investasi sebesar 58% sementara pemerintah pusat 42%. Jokowi menganggap komposisi ini memberatkan Pemprov yang masih harus mensubsidi tiket proyek yang menggunakan pinjaman dari Japan Investment Cooperation Agency (JICA) senilai 12 miliar yen ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×