kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Jokowi deg-degan menunggu keputusan Hatta


Jumat, 21 Desember 2012 / 12:56 WIB
ILUSTRASI. Suasana pekerja di ruang produksi pabrik rokok PT Digjaya Mulia Abadi (DMA) mitra PT HM Sampoerna, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (16/6/2020). FOTO/Siswowidodo/hp.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi mengaku saat ini tengah menanti keputusan dari Menteri koordinator Perekonomian Hatta Rajasa perihal kelanjutan mega proyek mass rapid transportation (MRT).

Rencananya, Hatta akan memberikan keputusannya pada pertemuan sore ini. "Sedang menunggu pak Hatta dulu nanti sore," katanya saat ditemui di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jumat (21/12).

Jokowi menegaskan, semua persiapan dan anggarannyan sudah final. Tetapi, sekali lagi nasib proyek ini kini berada di tangan besan Presiden itu.

"Kalau diputuskan ya, yah dijalankan. Kalau diputuskan tidak, yah nggak digunakan nggak apa-apa," ujarnya.

Sebelumnya, Hatta membenarkan akan segera mengeluarkan kebijakan soal MRT. Menurutnya, pemerintah pusat akan memutuskan soal pemberian subsidi bagi proyek tersebut.

"Ini persoalan bagaimana subsidi itu bisa diberikan supaya tidak membebani masyarakat dan tidak membebani DKI. Ini perlu kami lihat bagaimana struktur yang pas," katanya.

Sebelumnya, Jokowi gagal membujuk Menteri Keuangan Agus Martowardojo untuk mengubah mekanisme pembiayaan MRT. Agus beralasan beban yang ditanggung pemerintah pusat sudah cukup besar.

Dalam skema sebelumnya, Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI berbagi beban pembiayaan pembangunan MRT. Pemerintah pusat sebesar 58% dan sisanya oleh Pemerintah Provinsi DKI.

Namun, Jokowi menilai beban tersebut terlalu besar. Dengan porsi itu, dia mengatakan subsidi tiket cukup besar sehingga tidak logis. Dengan adanya pertemuan dengan Hatta ini, Jokowi berharap bebannya bisa dikurangi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×