kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.159   72,00   0,40%
  • IDX 5.947   22,19   0,37%
  • KOMPAS100 772   1,24   0,16%
  • LQ45 590   0,54   0,09%
  • ISSI 205   1,43   0,70%
  • IDX30 334   0,24   0,07%
  • IDXHIDIV20 413   0,06   0,01%
  • IDX80 88   0,21   0,24%
  • IDXV30 112   0,04   0,04%
  • IDXQ30 107   -0,12   -0,11%

Soal Minyak Goreng, KPPU Dalami Dugaan Pelanggaran Persaingan Usaha Tidak Sehat


Sabtu, 29 Januari 2022 / 14:49 WIB
ILUSTRASI. Soal Minyak Goreng, KPPU Dalami Dugaan Pelanggaran Persaingan Usaha Tidak Sehat


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KPPU menilai kenaikan harga minyak goreng di berbagai wilayah sejalan dengan kenaikan permintaan dan naiknya harga CPO. Kenaikan tersebut dikarenakan tumbuhnya industri biodiesel, turunnya pajak ekspor di India, dan naiknya permintaan dari luar negeri akibat kenaikan akibat kebutuhan akan bahan bakar.

Posisi CPO sebagai komoditas global juga menyebabkan produsen minyak goreng sulit bersaing dengan pasar ekspor dalam hal mendapatkan bahan baku meskipun produsen minyak goreng masih satu kelompok usaha dengan pelaku usaha eksportir CPO.

Baca Juga: Menyingkap Konglomerasi Penguasa Bisnis Minyak Goreng di Indonesia

Sementara, KPPU melihat kebijakan pemerintah yang ada saat ini belum mendorong adanya pertumbuhan industri minyak goreng dengan banyaknya aturan yang membatasi dan mengurangi persaingan usaha.

KPPU pernah menyampaikan saran dan pertimbangan kepada Pemerintah terkait berbagai kebijakan yang mengurangi persaingan usaha di industri pada tahun 2007.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×