kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dikritik Bank Dunia soal insentif pajak, begini tanggapan Kemenkeu


Kamis, 05 September 2019 / 19:52 WIB
Suahasil Nazara, Kepala BKF Kemkeu


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Dengan infrastruktur yang tercukupi, jumlah dan kualitas SDM yang memadai, serta keringanan perpajakan, pemerintah berharap dunia usaha bisa terpacu lebih cepat dalam mengembangkan aktivitas bisnisnya.

Ketiga aspek ini diharapkan menjadi landasan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih tinggi menuju negara maju pada 2045 mendatang.

“Kalau tiga hal ini sudah terpenuhi, investasi langsung (FDI) pun akan masuk. Masuknya FDI bersifat lebih sustainable dan akan memperbaiki perekonomian dalam jangka menengah panjang,” tandas dia.

Baca Juga: FDI enggan masuk ke Indonesia, Bank Dunia jelaskan alasannya

Sebelumnya, Bank Dunia melihat banyak dan besarnya insentif perpajakan bukan merupakan solusi utama yang efektif untuk memperbaiki daya saing Indonesia.

Reformasi terkait kredibilitas keterbukaan ekonomi, kepastian regulasi, dan sinergi aturan antara level pusat dan daerah menjadi tiga hal utama yang belum terwujud nyata pada ekosistem investasi di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×