kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Siapkan stok Lebaran, Kemtan naikkan SPP impor daging sapi


Senin, 11 Juli 2011 / 23:10 WIB
ILUSTRASI. Logam mulia emas produksi Antam di gerai Pegadaian Galeri24, Jakarta, Senin (28/9/2020). KONTAN/Fransiskus Simbolon  


Reporter: Bernadette Christina Munthe | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Pemerintah akan menambahkan Surat Persetujuan Pemasukan (SPP) impor daging sapi untuk periode Juli hingga September 2011. Menteri Pertanian Suswono mengatakan, penambahan kuota ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan pasokan menghadapi bulan puasa dan hari raya Idul Fitri.

“Kuota daging kita tambah satu bulan karena ada tambahan permintaan. Rata-rata per bulan kebutuhan daging impor kita sebanyak 7.000 ton. Untuk mengamankan pasokan Lebaran, pada Juli hingga September kita tambah impor 28.000 ton," kata Menteri Pertanian ketika ditemui di sela Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR di kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin(11/7).

Prabowo Respatyo Caturroso, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian mengatakan, hingga Juni impor daging sapi telah mencapai 39.600 ton. Angka ini setara dengan 55% dari kuota impor daging tahun ini sebanyak 72.000 ton.

Menteri Pertanian mengatakan kuota daging sapi bisa ditambah hingga 20.000 ton hingga akhir tahun nanti jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Izin impor sapi bakalan dan daging mulai Oktober 2011 akan dialihkan kepada kementerian perdagangan. Kementerian Pertanian nanti hanya akan menerbitkan Surat Rekomendasi Pemasukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×