kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Setoran PPN DN Anjlok pada Mei 2025, Kemenkeu Pastikan Bukan Karena Ekonomi Melemah


Rabu, 18 Juni 2025 / 10:27 WIB
Setoran PPN DN Anjlok pada Mei 2025, Kemenkeu Pastikan Bukan Karena Ekonomi Melemah
ILUSTRASI. Kemenkeu mencatat penerimaan pajak pertambahan nilai dalam negeri (PPN DN) mengalami penurunan pada Mei 2025.. ANTARA FOTO/Andri Saputra/nym.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan pajak pertambahan nilai dalam negeri (PPN DN) mengalami penurunan pada Mei 2025.

Tercatat, penerimaan PPN DN pada Mei 2025 hanya terkumpul Rp 51,2 triliun atau turun 7,2% jika dibandingkan dengan Mei 2024 yang mencapai Rp 54,9 triliun.

Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu menjelaskan bahwa penurunan ini hanya disebabkan oleh pergeseran waktu pembayaran, khususnya dari sektor migas.

"Ini karena semata-mata ada pergeseran pembayaran. Jadi ini akan dibayar di Juni, nanti mudah-mudahan Juni akan normal kembali," kata Anggito dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (17/6).

Baca Juga: Penerimaan PPN dan PPnBM Anjlok 19,6% Hingga April 2025. Efek Pelemahan Daya Beli?

Menurutnya, penurunan ini sebaiknya tidak langsung ditafsirkan sebagai indikasi pelemahan ekonomi. 

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya melihat data bulanan, melainkan tren dalam periode yang lebih panjang.

Anggito mengatakan bahwa selama periode Maret hingga Mei 2025, PPN DN bruto tercatat mencapai Rp 164,1 triliun atau tumbuh 3,7% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Kinerja ini ditopang oleh pertumbuhan sektor di industri pengilangan minyak bumi, pertambangan gas alam, pertambangan bijih logam, ketenagalistrikan, perdagangan online, serta industri minyak kelapa sawit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×