kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ada Kenaikan PPN 12%, Kemenkeu Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2025 Sekitar 5,2%


Minggu, 22 Desember 2024 / 13:28 WIB
Ada Kenaikan PPN 12%, Kemenkeu Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2025 Sekitar 5,2%
ILUSTRASI. Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi-Lanskap kota dengan gedung bertingkat di Jakarta. Kemenkeu memperkirakan dengan adanya kenaikan tarif PPN, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di kisaran 5,2%. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/17/12/2024


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID-JAKARTA Meski ada kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12% pada 2025, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meyakini ekonomi Indonesia tetap akan tumbuh menguat.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu memperkirakan dampak kebijakan tarif PPN 12% terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak terlalu signifikan.

"Dampak kenaikan PPN ke 12% terhadap pertumbuhan ekonomi tidak signifikan," ujar Febrio dalam keterangan resminya, Sabtu (21/12).

Baca Juga: Berlaku 2025, Ini Daftar Barang Kena PPN 12%, Cek Dampaknya Terhadap Perekonomian

Febrio memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2024 akan tetap tumbuh di atas 5,0%. Sementara untuk 2025, pertumbuhan ekonomi akan tetap dijaga sesuai dengan target APBN sebesar 5,2%.

Hal ini tidak terlepas dari berbagai stimulus yang diberikan pemerintah kepada masyarakat. Untuk melindungi masyarakat dari potensi dampak kenaikan PPN, Febrio menyebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah stimulus. 

Baca Juga: Celios: Ekonomi Digital 2025 di Indonesia Tumbuh tapi Masih Terbatas

Paket stimulus tersebut mencakup, bantuan pangan, diskon listrik, pembebasan pajak penghasilan (PPh) selama setahun bagi buruh di sektor tekstil, pakaian, alas kaki dan furniture, hingga pembebasan PPN untuk pembelian rumah.

Sementara itu, inflasi saat ini tercatat rendah di 1,6%. Febrio memperkirakan, dampak kenaikan PPN ke 12% sebesar 0,2%. 

"Inflasi akan tetap dijaga rendah sesuai target APBN 2025 di 1,5%-3,5%," katanya.

Selanjutnya: Keterlibatan Akademisi Dalam Perumusan Regulasi Kesehatan Perlu Dimaksimalkan

Menarik Dibaca: 7 Inspirasi Model Rambut Cantik untuk Rayakan Natal, Mudah Dikreasikan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×